JATIMTIMES - Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Minuman berkafein ini kerap dipilih untuk meningkatkan semangat, menjaga fokus, hingga menemani rutinitas pagi sebelum beraktivitas.
Meski demikian, kebiasaan minum kopi perlu mendapat perhatian khusus, terutama bagi mereka yang rutin mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral.
Baca Juga : Kota Batu Masuk Zona Merah Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali Ingatkan Potensi Bencana Hingga 10 Februari
Sejumlah ahli menyebutkan, kandungan kafein dalam kopi dapat memengaruhi proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Philip Ngo, Pharm.D. menjelaskan bahwa kafein berpotensi menghambat masuknya zat tertentu ke dalam tubuh secara optimal.
“Penyerapan zat besi dapat melambat akibat kafein dan kafein juga bisa memengaruhi nutrisi lain melalui efek diuretiknya,” ujar Philip Ngo.
Dari penjelasan tersebut, ada beberapa jenis suplemen yang dianjurkan untuk tidak dikonsumsi bersamaan dengan kopi agar manfaat kesehatannya tidak berkurang.
Berikut beberapa jenis suplemen untuk tidak dikonsumsi bersamaan dengan kopi :
Zat Besi
Suplemen zat besi menjadi nutrisi yang paling sensitif terhadap konsumsi kopi. Kandungan polifenol, khususnya asam klorogenik, dapat mengikat zat besi non-heme di saluran pencernaan sehingga penyerapannya menjadi tidak optimal.
Kepala Sains Throne Science Dokter Karan Rajan menegaskan bahwa dampak ini perlu diwaspadai oleh kelompok tertentu.
“Zat besi adalah suplemen yang paling jelas terpengaruh oleh kopi, terutama bagi orang yang mengalami kekurangan zat besi, sedang menstruasi, hamil, atau menjalani pola makan nabati,” jelasnya.
Untuk memaksimalkan manfaatnya, konsumsi zat besi disarankan dilakukan dengan jeda waktu sekitar satu hingga dua jam setelah minum kopi.
Zinc
Mineral zinc juga dapat mengalami penurunan penyerapan jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi. Polifenol dalam kopi diketahui mampu mengikat mineral tertentu, termasuk zinc, meski efeknya tergolong ringan.
“Kopi memang dapat sedikit menurunkan penyerapan zinc. Dampaknya tergantung dosis dan waktu konsumsi, dan biasanya tidak terlalu signifikan pada orang dengan asupan zinc yang cukup,” imbuh dokter Karan.
Baca Juga : Perketat Pengawasan, Satgas MBG Jember Libatkan Kecamatan dan Puskesmas
Meski demikian, memisahkan waktu konsumsi zinc dan kopi tetap dinilai sebagai langkah terbaik untuk menjaga keseimbangan nutrisi.
Kalsium
Pengaruh kopi terhadap kalsium lebih berkaitan dengan peningkatan pengeluaran kalsium melalui urin akibat kafein. Dokter Karan menyebutkan bahwa kopi tidak secara langsung menghambat penyerapan kalsium.
“Kopi memiliki efek penghambatan kecil terhadap kalsium, terutama karena kafein meningkatkan kehilangan kalsium lewat urin,” kata dokter Karan.
Sementara itu, British Nutrition Foundation mencatat, sekitar 5 miligram kalsium dapat hilang setiap kali seseorang mengonsumsi secangkir kopi. Karena itu, orang yang bergantung pada suplemen kalsium dianjurkan memberi jeda satu hingga dua jam antara konsumsi kalsium dan kopi.
Magnesium
Berbeda dengan zat besi atau zinc, kopi tidak terlalu menghambat penyerapan magnesium secara langsung. Namun, konsumsi kopi dalam jumlah besar dapat meningkatkan produksi urin yang berpotensi menyebabkan berkurangnya magnesium dalam tubuh.
“Kafein dapat meningkatkan kehilangan kalsium dan magnesium melalui urin,” ungkap Elise Kim, Pharm.D.
Selain itu, mengonsumsi magnesium jenis sitrat atau sulfat bersamaan dengan kopi berisiko menimbulkan gangguan pencernaan, seperti diare atau kram perut. Karena itu, magnesium umumnya disarankan dikonsumsi pada malam hari untuk membantu relaksasi dan kualitas tidur.
Dengan memahami antara kopi dan suplemen, masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengatur waktu konsumsi. Memberi jarak satu hingga dua jam antara minum kopi dan mengonsumsi suplemen dinilai cukup efektif agar manfaat nutrisi dan kenikmatan kopi tetap dapat diperoleh secara optimal.
