Hujan Tak Jadi Halangan, Dokter Tirta Ingatkan Pelari Soal 3 Hal Penting Ini

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

04 - Feb - 2026, 06:38

Sejumlah pelari menikmati lari di kala senja. (Foto: pinterest)

JATIMTIMES - Cuaca belakangan ini kerap diguyur hujan. Kondisi tersebut sering membuat para pelari tetap harus beraktivitas di tengah cuaca basah, bahkan tak jarang harus menyelesaikan sesi latihan saat hujan turun.

Meski terlihat sepele, berlari saat hujan tetap memiliki risiko bagi kesehatan dan performa tubuh jika tidak dilakukan dengan persiapan yang tepat. Influencer sekaligus pegiat gaya hidup sehat, dr Tirta Mandira Hudhi, membagikan sejumlah tips bagi para pelari agar tetap aman dan nyaman saat berlari di tengah hujan.

Baca Juga : Sasar 18 Puskesmas, Program PEGAS Turunkan Stunting 26,79% di Gresik dalam Tiga Bulan 

Menurut dr Tirta, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi kaki. Ia menekankan pentingnya mengganti kaos kaki secara berkala untuk mencegah cedera dan nyeri akibat kondisi kaki yang terus basah.

“Kalau pelari pas hujan-hujan, yang penting adalah tiap satu jam kaki sudah sangat nyeri, ganti kaos kaki dan pakai tapping yang benar. Ini yang menyarankan bukan saya langsung, tapi teman-teman pelari ultra yang sudah sering kehujanan,” ungkap Tirta.

Ia juga menyarankan pelari menyiapkan water station atau titik pemberhentian sementara untuk mengganti kaos kaki ketika latihan jarak jauh. Selain itu, penggunaan tapping pada jari kaki dinilai dapat membantu mengurangi gesekan yang berpotensi menimbulkan luka.

Tips kedua yang tak kalah penting adalah segera mengganti pakaian setelah selesai berlari. Dokter Tirta mengingatkan bahwa penggunaan pakaian basah dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko hipotermia dan menurunkan daya tahan tubuh.

“Setelah selesai long run, segera ganti baju dan bilas. Menggunakan baju yang basah itu akan membuat tubuh rentan hipotermi, sehingga imunitas bisa terpengaruh,” jelas  Tirta.

Baca Juga : Pengabdian Berbasis Lingkungan, Mahasiswa S2 STIE Malangkuçeçwara Hadir di Pandanajeng

Sementara itu, tips ketiga berkaitan dengan respons tubuh terhadap suhu air hujan. Tirta menyebut, sensasi dingin saat awal kehujanan tidak akan berlangsung lama karena tubuh justru akan bekerja lebih keras untuk menyesuaikan suhu.

“Jangan berharap air itu dingin terus. Awal-awal saat hujan terasa dingin, tapi lama-lama tubuh akan menjadi panas karena kerja tubuh bertambah lebih banyak,” tambah Tirta.

Dengan menerapkan tips tersebut, para pelari diharapkan tetap bisa menjaga performa sekaligus meminimalkan risiko cedera maupun gangguan kesehatan saat berlari di tengah hujan.