JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus Virus Nipah baik di wilayah Kota Malang maupun Jawa Timur secara umum. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi lintasan penularan dari luar negeri.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menegaskan bahwa kondisi saat ini masih terkendali. Namun, upaya pencegahan tetap perlu dilakukan sejak dini.
“Kalau Virus Nipah, kita masih aman, karena di Indonesia, Jawa Timur, maupun Kota Malang belum ada laporan. Tapi masyarakat tetap harus waspada terhadap lintasan-lintasan paparan Virus Nipah,” ujar Husnul.
Ia menjelaskan, Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang reservoir alaminya adalah kelelawar, khususnya jenis pemakan buah. Sejauh ini, kasus Virus Nipah banyak dilaporkan terjadi di India dan Bangladesh, serta pernah muncul di Malaysia, yang secara geografis cukup dekat dengan Indonesia.
“Malaysia ini kan cukup dekat dengan Indonesia, dan mobilitas masyarakat kita ke sana juga cukup tinggi. Ini yang menjadi perhatian agar jangan sampai virus tersebut terbawa masuk ke Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Husnul menguraikan bahwa penularan Virus Nipah umumnya terjadi melalui kontak tidak langsung antara manusia dan kelelawar. Kelelawar yang memakan buah dapat meninggalkan sisa gigitan atau cairan tubuh pada buah tersebut, lalu buah dikonsumsi manusia.
Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui hewan perantara lain yang mengonsumsi buah terkontaminasi dan kemudian dikonsumsi manusia.
“Jalur penularannya biasanya dari kelelawar, kemudian buah yang dimakan kelelawar itu dikonsumsi manusia, atau buah dimakan hewan lain lalu hewannya dikonsumsi manusia,” ungkapnya.
Untuk memutus rantai penularan, Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi buah yang diduga bekas gigitan kelelawar, serta memastikan daging yang dikonsumsi benar-benar dimasak hingga matang.
Baca Juga : Terduga Pelaku Penganiayaan Bersajam Viral di Gondanglegi, Kini Diburu Polisi
“Kalau konsumsi daging, ya pastikan betul-betul masak. Itu salah satu langkah pencegahan paling sederhana,” tambahnya.
Sebagai informasi, Virus Nipah termasuk penyakit menular yang tergolong berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga peradangan otak (ensefalitis), dengan tingkat kematian yang dilaporkan cukup tinggi di negara-negara terdampak.
Hingga kini, belum tersedia vaksin atau pengobatan khusus untuk Virus Nipah, sehingga pencegahan menjadi kunci utama
Husnul kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga pola hidup bersih serta aman dalam mengonsumsi makanan.
“Di Jawa Timur dan Kota Malang ini belum ada laporan. Jadi masyarakat tetap tenang, tapi waspada,” pungkasnya.
