Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Mengapa Pacitan Kerap Diguncang Gempa? Ini Alasannya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Jan - 2026, 10:02

Placeholder
Salah satu rumah di Kabupaten Malang yang terdampak gempa. (Foto: BPBD Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Gempa kembali mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (27/1/2026) pagi. BMKG mencatat kekuatannya semula Magnitudo 5,5 sebelum dimutakhirkan menjadi Magnitudo 5,7. Episentrum berada di darat, sekitar 24 kilometer tenggara Pacitan.

Peristiwa ini jadi pengingat bahwa kawasan pesisir selatan Jawa memang berada di jalur tektonik aktif, dengan risiko gempa yang tak bisa dianggap ringan. BMKG menyebut wilayah Pacitan berada di kawasan rawan karena dipengaruhi pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. 

Baca Juga : Tabiat Perempuan yang Diingatkan Rasulullah SAW dalam Rumah Tangga

Diketahui, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia. Letaknya berada di jalur pertemuan beberapa lempeng besar, seperti Indo-Australia dan Laut Filipina, yang menunjam ke bawah Eurasia.

Pacitan termasuk wilayah yang terdampak langsung sistem ini. Kabupaten yang berada di ujung barat Jawa Timur itu berbatasan dengan Ponorogo dan Wonogiri di utara, Trenggalek di timur, serta Samudra Hindia di selatan.

Posisi geografis inilah yang membuat Pacitan masuk dalam kawasan seismik aktif di sepanjang selatan Pulau Jawa.

Selain berada di zona subduksi, Pacitan juga dilalui jalur sesar aktif. Salah satu yang paling dikenal adalah Sesar Grindulu.

Kabupaten Pacitan dilewati Sungai Grindulu, dan menariknya, jalur patahan utama di Pulau Jawa searah dengan aliran sungai tersebut. Jalur sesar membentang dari pantai selatan hingga daerah hulu di Kecamatan Bandar.

Sesar ini tergolong rawan karena dapat menjadi media rambatan gempa akibat tumbukan lempeng benua di Pulau Jawa dan lempeng samudra di Laut Selatan.

BPBD Pacitan dalam peta bahaya gempa menunjukkan sebagian besar wilayahnya memiliki indeks gempa sedang hingga tinggi, terutama di sekitar zona sesar aktif.

Pacitan juga memiliki karakter pesisir yang khas. Mengutip jurnal Earthquake Management and Mitigation at Pacitan Regency karya Isna Putri Wulandari dan Oktiyas Muzaky Luthfi, pantai di Pacitan banyak membentuk teluk.

Teluk yang menyempit disebut rawan tsunami karena dapat menjadi tempat terkumpulnya energi gelombang.
Jika tsunami terjadi, sapuannya bisa lebih kuat dan menjangkau daratan lebih jauh.

Berbagai sumber batimetri menunjukkan adanya cekungan muka busur berupa depresi di lepas pantai selatan Pacitan yang menyempit drastis dibanding wilayah selatan Yogyakarta.
Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan lebih kuat akibat tonjolan dasar laut yang ikut terseret masuk ke zona subduksi.

Tonjolan itu menjadi semacam ganjalan yang menahan pergerakan lempeng. Energi kemudian menumpuk dan dapat dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa.

Karena itu, Pacitan disebut rawan gempa akibat kombinasi Sesar Grindulu dan posisi di kawasan megathrust selatan Jawa.

Untuk diketahui, Indonesia memiliki lima zona lempeng aktif besar, yakni:
• Sumatran Megathrust
• Java Megathrust
• Banda Megathrust
• Northern Sulawesi Thrust
• Philippine Thrust

Baca Juga : Lansia Hanyut di Sungai Molek Usai Terpeleset Saat Hendak Buang Air Kecil

Dari zona tersebut, terdapat sekitar 16 segmen aktif yang berpotensi memicu gempa besar dan tsunami.

Dilansir dari laman BNPB, megathrust adalah gempa bumi di sepanjang batas subduksi, ketika satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya.
Gempa megathrust biasanya berkekuatan sangat besar, bahkan bisa melampaui magnitudo 8,0.

Dalam jurnal Tsunami Risk Mapping and Sustainable Mitigation Strategies for Megathrust Earthquake Scenario in Pacitan Coastal Areas, Pacitan disebut sebagai salah satu wilayah dengan risiko tinggi terhadap gempa megathrust dan tsunami karena berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Di sepanjang selatan Jawa juga terdapat segmen seismic gap, yakni bagian zona subduksi yang belum melepaskan energi besar dalam waktu lama.

BMKG menilai sejumlah gempa di sekitar Pacitan banyak dipicu aktivitas subduksi di zona megathrust barat daya.
Secara ilmiah, energi elastis dapat terakumulasi selama ratusan tahun akibat gesekan kuat di batas subduksi. Ketika tekanan melampaui batas batuan, patahan besar bisa terjadi dan memicu gelombang seismik sangat kuat.

BMKG menegaskan tidak semua gempa di selatan Jawa berkaitan langsung dengan megathrust.

Gempa Pacitan hari ini dipicu deformasi batuan di dalam lempeng atau aktivitas sesar di daratan maupun lepas pantai.
Meski begitu, kejadian gempa tetap menjadi pengingat bahwa kawasan selatan Jawa berada di sistem tektonik aktif sehingga kesiapsiagaan harus terus dijaga.

Adapun mitigasi gempa bertujuan mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan. BNPB, BMKG, dan BPBD menjalankan program mitigasi sesuai UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. 

Jika gempa terjadi, berikut langkah awal yang bisa dilakukan:
Saat di Dalam Bangunan
• Berlindung di bawah meja kokoh
• Jauhi kaca, lemari, benda mudah jatuh
• Jangan panik, tunggu guncangan reda sebelum evakuasi
Saat di Luar Ruangan
• Menjauh dari gedung, pohon, tiang listrik
• Hindari tanah retak atau permukaan tidak stabil
Saat Berkendara
• Berhenti di area terbuka
• Hindari jembatan dan lereng
• Nyalakan lampu darurat
Saat di Pantai
• Segera tinggalkan area pantai
• Pindah ke dataran tinggi karena potensi tsunami
Saat di Pegunungan
• Hindari tebing rawan longsor
• Waspadai suara retakan tanah
Setelah Gempa Reda
Tetap siaga terhadap gempa susulan. Langkah yang disarankan:
• Evakuasi lewat tangga darurat, bukan lift
• Periksa kebocoran gas, listrik, potensi kebakaran
• Jangan masuk bangunan retak sebelum ada petugas
• Pantau informasi resmi, hindari hoaks
• Isi pendataan dampak jika diminta pemerintah. 

Itulah informasi lengkap terkait penyebab gempa di Pacitan lengkap dengan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa. Semoga informasi ini membantu ya. 


Topik

Peristiwa Gempa Bumi Gempa Gempa Pacitan Pacitan Gempa Tektonik tektonik aktif Lempeng Indo-Australia Eurasia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni