Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Viral Dugaan Kebocoran Data di Loker Komdigi, Pelamar Disebut Bisa Akses Dokumen Pribadi Peserta Lain

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

28 - Jan - 2026, 15:08

Placeholder
Data pelamar loker Komdigi yang diduga menjadi ladang kebocoran data pribadi. (Foto @Abil Sudarman)

JATIMTIMES - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan temuan yang diduga berkaitan dengan keamanan data pribadi dalam proses rekrutmen di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Isu ini mencuat setelah kreator konten Abil Sudarman mengunggah video penelusuran yang memperlihatkan adanya kejanggalan pada sistem pendaftaran lowongan kerja yang beredar.

Dalam unggahannya, Abil mengungkap bahwa tautan pendaftaran lowongan kerja yang mencantumkan domain komdigi.go.id justru mengarahkan pelamar ke sebuah folder Google Drive. Di dalamnya, para pelamar diminta mengunggah berbagai dokumen penting yang bersifat sangat pribadi.

Beberapa dokumen yang disebut wajib diunggah antara lain:

• Curriculum Vitae (CV)

• Kartu Tanda Penduduk (KTP)

• Surat lamaran kerja

• Surat keterangan sehat

• Transkrip nilai

• Surat pengalaman kerja

Dugaan Akses Terbuka ke Data Pelamar Lain

Hal yang memicu kekhawatiran publik adalah klaim bahwa folder Google Drive tersebut tidak memiliki pembatasan akses yang memadai. Abil menyebut seluruh folder milik pelamar lain terlihat dan bisa dibuka oleh siapa saja yang memiliki tautan.

“Masalahnya adalah, semua data pelamar terlihat di Google Drive ini. Semua folder terlihat, nama-nama folder juga terlihat. Jadi, jika Anda ingin melamar, Anda dapat membuka data pribadi pelamar lain. Semuanya terbuka, bisa diakses,” ujar Abil dalam videonya.

Baca Juga : Gereja di Kota Malang Direncanakan Jadi Tempat Transit Jamaah Harlah 1 Abad NU, Toleransi Lintas Iman Kian Nyata

Jika benar terjadi, kondisi ini berpotensi membuka informasi sensitif masyarakat ke publik, mulai dari nomor identitas, riwayat pendidikan, hingga data kesehatan.

Abil juga menyoroti potensi pelanggaran terhadap regulasi perlindungan data. Ia menilai praktik tersebut berisiko tinggi dan tidak sejalan dengan semangat Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

“Ini bukan hanya praktik aneh, tetapi juga melanggar undang-undang perlindungan data pribadi yang diusulkan oleh Komdigi sendiri. Jelas bahwa Anda tidak dapat membongkar data pribadi, tetapi ini sama saja dengan membongkarnya sendiri,” katanya.

Baca Juga : Puguh DPRD Jatim Desak Evaluasi Izin Hiburan Malam di Kota Malang, Demi Marwah Kota Pendidikan

Pernyataan itu langsung memicu perdebatan warganet, terutama terkait standar keamanan sistem rekrutmen lembaga pemerintah yang seharusnya lebih ketat.

"sekelas komdigi bikin sistem kaya mau ngumpulin tugas kuliah," komen akun @Rizzz

"Setingkat saya UKM aja masih pakai google form bukan googe drive," sindir akun @alfin khusaini

"sekelas komdigi pake gdrive," sahut @Abran's Mom.

Klaim Alami Serangan Siber

Tak lama setelah unggahan tersebut viral, Abil mengaku mengalami gangguan digital. Ia menyebut menerima ribuan percobaan serangan ke akun media sosialnya.

“Pukul satu siang tadi, ordal menerima 6.000 serangan siber. Saya tidak ingin mengatakan dari siapa, kami masih menyelidiki forensik digitalnya. Tetapi yang jelas dari motifnya, dia tidak mengambil apa pun, dia tidak mengambil data, dia hanya ingin menghancurkannya,” ujar Abil.

Ia menegaskan masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan sumber dan tujuan dari dugaan serangan tersebut.

Belum Ada Klarifikasi Resmi

Hingga artikel ini ditulis, pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) belum menyampaikan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data dalam proses rekrutmen tersebut. Media VOI juga disebut belum menerima tanggapan atas permintaan klarifikasi yang telah dikirimkan.

Kasus ini pun menjadi pengingat pentingnya keamanan sistem digital, terutama yang menyangkut data pribadi masyarakat. Di tengah meningkatnya kesadaran soal privasi, pengelolaan informasi sensitif seharusnya menjadi prioritas utama, baik oleh instansi pemerintah maupun pihak swasta.


Topik

Peristiwa komdigi kebocoran data abil sudarman proses rekrutmen



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri