Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Kronologi Lengkap Demo Besar di Iran: Tewaskan 646 Orang

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

13 - Jan - 2026, 15:32

Placeholder
Aksi demontrasi yang terjadi di Iran. (Foto X @sneako)

JATIMTIMES - Iran diguncang gelombang demonstrasi nasional sejak 28 Desember 2025. Aksi yang awalnya dipicu oleh krisis ekonomi dan runtuhnya nilai mata uang rial dengan cepat berubah menjadi gerakan protes politik terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Lonjakan harga bahan pangan, anjloknya daya beli masyarakat, serta kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bensin bersubsidi memicu kemarahan luas. Dalam hitungan hari, unjuk rasa meluas ke hampir seluruh provinsi Iran dan berujung pada bentrokan keras antara demonstran dan aparat keamanan.

Baca Juga : 7 Aplikasi Saham Terbaik di Indonesia untuk Pemula (2026)

Laporan lembaga pemantau HAM menyebutkan sedikitnya 646 orang tewas dan ribuan lainnya ditangkap selama hampir dua pekan kerusuhan berlangsung.

Awal Mula: Krisis Ekonomi Memicu Ledakan Sosial

Dilansir dari AFP, berikut ini adalah kronologi krisis ekonomi yang memicu ledakan sosial di Iran:

28 Desember 2025

Aksi protes pertama pecah di dua pasar utama di pusat Teheran. Saat itu, nilai tukar rial Iran jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, mencapai sekitar US$1,42 juta per dolar AS. Kejatuhan ini membuat harga bahan pokok seperti roti, beras, minyak goreng, dan bahan bakar melonjak drastis.

Kondisi tersebut semakin memburuk setelah pemerintah menaikkan harga bensin bersubsidi di awal Desember. Bagi banyak warga, kebijakan ini menjadi pemicu terakhir setelah bertahun-tahun menghadapi inflasi dan pengangguran.

29 Desember 2025

Gelombang demonstrasi menyebar ke berbagai kota besar. Di tengah tekanan publik, Kepala Bank Sentral Iran Mohammad Reza Farzin mengundurkan diri. Aparat keamanan mulai menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa di Teheran.

30 Desember 2025

Aksi protes menjalar ke kampus-kampus dan kawasan industri. Presiden Masoud Pezeshkian menemui para pelaku usaha dan berjanji akan mengerahkan seluruh kemampuan pemerintah untuk memulihkan ekonomi, meski janji tersebut gagal meredakan kemarahan publik.

31 Desember 2025

Pemerintah menunjuk Abdolnasser Hemmati sebagai gubernur baru bank sentral. Di Kota Fasa, demonstrasi berubah menjadi kerusuhan ketika massa menyerbu kantor gubernur dan melukai sejumlah polisi.

Korban Jiwa Mulai Berjatuhan

1 Januari 2026

Pemerintah mengumumkan korban jiwa pertama: sedikitnya 7 orang tewas, dengan bentrokan terparah di Azna, Provinsi Lorestan. Video yang beredar luas memperlihatkan jalanan terbakar, suara tembakan, dan teriakan kemarahan warga.

2 Januari 2026

Demonstrasi meluas ke lebih dari 100 lokasi di 22 provinsi. Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar menghentikan kekerasan terhadap demonstran, bahkan mengancam intervensi militer jika penindakan berlanjut.

3 Januari 2026

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut para demonstran sebagai perusuh yang harus “diberi pelajaran”. Pernyataan ini dipandang sebagai sinyal bagi aparat keamanan untuk bertindak lebih keras. Laporan menyebut 15 orang tewas dan ratusan ditangkap.

6 Januari 2026

Baca Juga : Daftar SNPMB Resmi Dibuka! Begini Cara Cek Kuota Sekolah dan Masa Sanggah SNBP 2026

Aksi duduk di Grand Bazaar Teheran dibubarkan dengan gas air mata. Jumlah korban tewas meningkat menjadi 36 orang, sementara demonstrasi sudah menjangkau 27 provinsi.

8 Januari 2026

Setelah seruan dari putra mahkota Iran di pengasingan, rakyat kembali turun ke jalan dalam aksi malam hari. Pemerintah merespons dengan memblokir internet dan sambungan telepon internasional, membuat Iran nyaris terputus dari dunia luar.

9 Januari 2026

Meski pemerintah mengancam tindakan keras, protes terus berlangsung. Korban tewas melonjak menjadi 65 orang, dan lebih dari 2.300 orang ditahan.

10 Januari 2026

Jumlah korban tewas mencapai 116 orang. Jaksa Agung Iran menyatakan peserta demonstrasi dapat dianggap sebagai “musuh Tuhan”, tuduhan yang dalam hukum Iran bisa berujung hukuman mati.

11 Januari 2026

Trump mengklaim Iran mulai mengajukan pembicaraan setelah ancaman AS. Di sisi lain, aktivis HAM melaporkan lonjakan korban tewas menjadi 544 orang.

12 Januari 2026

Pemerintah Iran mengerahkan puluhan ribu pendukungnya dalam demonstrasi pro-rezim di berbagai kota. Namun, laporan terbaru menyebutkan jumlah korban tewas akibat penindakan aparat terhadap demonstran telah mencapai 646 orang.

Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI yang Terdampak

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) dan KBRI Teheran menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam gelombang demonstrasi di Iran.

Sekitar 386 WNI yang tercatat berada di Iran, sebagian besar pelajar dan mahasiswa di kota seperti Qom dan Isfahan, dilaporkan dalam kondisi aman. Pemerintah terus memantau situasi dan mengimbau seluruh WNI untuk menghindari lokasi demonstrasi serta tetap berkoordinasi dengan KBRI.

Demonstrasi Iran 2025–2026 menjadi salah satu krisis politik dan kemanusiaan terbesar dalam sejarah modern negara tersebut. Dimulai dari tekanan ekonomi dan runtuhnya mata uang, protes berkembang menjadi pemberontakan nasional yang dihadapi dengan tindakan represif.

Hingga kini, situasi Iran masih belum sepenuhnya stabil, sementara dunia internasional terus memantau risiko eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.


Topik

Internasional iran demo demo di iran korban demo iran



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana