Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

AS dan Venezuela Memanas, Tudingan Presiden Nicolas Maduro Ditangkap Guncang Dunia

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

03 - Jan - 2026, 19:31

Placeholder
Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. (Foto Instagram)

JATIMTIMES - Hubungan Amerika Serikat dan Venezuela kembali menjadi sorotan setelah muncul klaim mengejutkan terkait penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Meski kabar tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, isu ini tak lepas dari konflik panjang yang telah membentuk relasi panas kedua negara selama bertahun-tahun.

Perseteruan antara Washington dan Caracas bukanlah cerita baru. Ketegangan ini berakar dari perbedaan ideologi politik, kepentingan ekonomi, hingga tudingan serius terkait pelanggaran hukum internasional.

Baca Juga : Trump Klaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap AS

Konflik Ideologi Sejak Era Hugo Chávez

Ketegangan AS dan Venezuela mulai menguat sejak Hugo Chávez naik ke tampuk kekuasaan pada akhir 1990-an. Chávez membawa Venezuela ke jalur sosialisme dan secara terbuka mengkritik kebijakan luar negeri Amerika Serikat, khususnya pengaruh AS di kawasan Amerika Latin.

Langkah-langkah nasionalisasi industri strategis, termasuk minyak, membuat hubungan kedua negara semakin memburuk. Setelah Chávez meninggal dunia, Nicolas Maduro melanjutkan kebijakan tersebut, yang semakin menjauhkan Venezuela dari AS dan sekutunya.

Penolakan AS terhadap Kepemimpinan Maduro

Amerika Serikat secara terbuka menyatakan tidak mengakui legitimasi pemerintahan Nicolas Maduro. Washington menilai proses pemilu di Venezuela sarat pelanggaran, tidak transparan, dan membatasi peran oposisi.

Pada 2019, AS bahkan mendukung tokoh oposisi Juan Guaidó sebagai presiden sementara Venezuela. Langkah ini memicu krisis politik besar dan memperdalam konflik diplomatik antara kedua negara.

Sanksi Ekonomi yang Memperparah Ketegangan

Sebagai bentuk tekanan politik, AS menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Venezuela, terutama di sektor minyak. Sanksi tersebut membatasi ekspor minyak Venezuela dan membekukan aset negara di luar negeri.

Pemerintah Venezuela menilai sanksi itu sebagai penyebab utama krisis ekonomi yang berkepanjangan, sementara AS menyebutnya sebagai upaya mendorong perubahan politik dan pemulihan demokrasi.

Tuduhan Narkotika dan Kejahatan Transnasional

Konflik semakin memanas ketika Amerika Serikat menuduh Nicolas Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional. Pada 2020, otoritas AS mengumumkan dakwaan terhadap Maduro dan beberapa pejabat tinggi Venezuela, lengkap dengan imbalan besar bagi pihak yang memberikan informasi penangkapannya.

Venezuela menepis tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya kriminalisasi terhadap kepala negara yang sah.

Klaim Penangkapan Presiden Maduro

Di tengah konflik berkepanjangan itu, muncul tudingan bahwa Presiden Nicolas Maduro telah ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat. Klaim ini memicu kegemparan karena hingga kini belum disertai bukti kuat maupun pernyataan resmi yang dapat diverifikasi secara independen.

Baca Juga : Profil John Herdman, Nakhoda Baru Timnas Indonesia dengan Segudang Prestasi Internasional

Situasi semakin rumit setelah Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengakui bahwa pemerintah belum mengetahui secara pasti keberadaan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Rodríguez pun mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk memberikan bukti terkait kondisi dan lokasi keduanya.

“Kami menuntut bukti kehidupan segera dari pemerintahan Presiden Donald Trump mengenai nyawa Presiden Maduro dan Ibu Negara,” ujar Rodríguez dalam pernyataannya kepada televisi lokal Venezuela, VTV, seperti dilansir AFP dan CNN, Sabtu (3/1/2026).

Meski demikian, pemerintah Venezuela tetap menilai isu penangkapan tersebut sebagai bagian dari perang informasi yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan politik dan kepanikan publik.

Dampak Geopolitik yang Lebih Luas

Perseteruan AS dan Venezuela tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral. Krisis Venezuela turut memicu gelombang migrasi besar-besaran ke negara-negara Amerika Latin dan memperkuat polarisasi politik di kawasan.

Selain itu, Venezuela juga menjalin hubungan erat dengan negara-negara seperti Rusia, China, dan Iran, yang kerap dipandang AS sebagai rival geopolitik.

Konflik Amerika Serikat dan Venezuela merupakan hasil dari pertarungan panjang antara ideologi, kepentingan ekonomi, dan pengaruh global. Klaim penangkapan Presiden Nicolas Maduro muncul di tengah situasi tersebut dan perlu disikapi dengan kehati-hatian serta verifikasi ketat.

Selama konflik ini belum menemukan titik temu, hubungan kedua negara diperkirakan akan tetap berada dalam tensi tinggi dan rawan memunculkan isu-isu kontroversial.


Topik

Internasional amerika serikat venezuela nicolas maduro



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya