Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Profil

Sosok Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi, Pimpinan Gontor yang Wafat di Usia 76 Tahun

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

04 - Jan - 2026, 16:52

Placeholder
Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA, ulama sekaligus akademisi yang lama mengabdikan diri di Pondok Modern Darussalam Gontor. (Foto: Wikipedia)

JATIMTIMES - Dunia pendidikan Islam Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA, ulama sekaligus akademisi yang lama mengabdikan diri di Pondok Modern Darussalam Gontor, wafat pada Sabtu 3 Januari 2026 pukul 12.14 WIB di RSUD dr Moewardi, Surakarta.

Prosesi pemakaman KH Amal Fathullah pun berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan pelayat pada Minggu (4/1/2026). Sejak pagi, santri, alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, masyarakat umum, hingga tokoh-tokoh dari berbagai daerah memadati lokasi pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir.

Baca Juga : Presiden Venezuela Diklaim Ditangkap AS, Cadangan Minyak Terbesar Dunia Jadi Taruhan Global

Lantas siapakah sosoknya? Prof Amal dikenal sebagai pakar akidah dan filsafat Islam, dengan fokus kajian pada ilmu kalam, teologi Islam, serta perbandingan agama. Kiprahnya tak hanya menonjol di ranah akademik, tetapi juga dalam pengembangan pendidikan pesantren modern yang mengintegrasikan ilmu agama dan pengetahuan umum.

Merujuk laman resmi Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof Amal lahir di Ponorogo, Jawa Timur, pada 4 November 1949. Ia merupakan putra keempat dari KH  Imam Zarkasyi, salah satu tokoh trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor bersama KH Ahmad Sahal dan KH Zainuddin Fananie.

Lingkungan keluarga ulama dan pendidik membentuk karakter keilmuan Prof Amal sejak dini. Sejak muda, ia telah dipersiapkan untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan Islam, khususnya dalam tradisi dan nilai kepondokmodernan yang menjadi ciri khas Gontor.

Pendidikan dasar Prof Amal ditempuh di Sekolah Rakyat Desa Gontor dan lulus pada 1963. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Muhammadiyah Jetis dan menyelesaikan pendidikan menengahnya pada 1965.

Pendidikan keislaman formal dijalaninya di Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Gontor, yang kini dikenal sebagai Pondok Modern Darussalam Gontor, hingga lulus pada 1969.

Jenjang pendidikan tinggi ditempuh secara bertahap, baik di dalam maupun luar negeri. Ia meraih sarjana muda (BA) di Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Gontor pada 1973. Gelar sarjana perbandingan agama diperolehnya dari Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 1978.

Studi lanjut ditempuh di Universitas Kairo, Mesir, dengan meraih gelar magister filsafat Islam pada 1987. Tesisnya yang ditulis dalam bahasa Arab berjudul Al-Ittijah as-Salafi fi al-Fikr al-Islami al-Hadits bi Indonesiya.

Gelar doktor di bidang akidah dan pemikiran Islam diraihnya dari Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, Malaysia, pada 2006, dengan disertasi bertajuk Konsep Tauhid Ibn Taymiyyah dan Pengaruhnya di Indonesia. Pada 2014, ia dikukuhkan sebagai guru besar ilmu akidah (ilmu kalam) di Universitas Darussalam (Unida) Gontor.

Pengakuan internasional juga pernah datang untuknya pada 2017, ketika Prof Amal menerima gelar doktor honoris causa di bidang dirasat Islam dari Fatoni University, Thailand.

Sejak lulus dari KMI Gontor pada 1969, Prof Amal langsung mengabdikan diri sebagai guru. Pengabdiannya terus berlanjut seiring perjalanan karier akademik yang panjang.

Baca Juga : Akankah Amerika Serikat Dihukum Usai Penangkapan Presiden Venezuela? Ini Tinjauan Hukum Internasionalnya

Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari dosen IPD Gontor pada 1978–1980, dekan Fakultas Ushuluddin IPD Gontor selama lebih dari satu dekade (1988–2000), hingga pembantu rektor III dan IV di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor.

Puncak kiprah akademiknya terlihat saat dipercaya menjadi rektor pertama Universitas Darussalam (Unida) Gontor pada periode 2014–2020. Ia berperan penting dalam transformasi ISID menjadi Unida, yang menandai babak baru pengembangan pendidikan tinggi berbasis pesantren di Indonesia.

Setelah wafatnya KH Abdullah Syukri Zarkasyi dan KH Syamsul Hadi Abdan pada 2020, Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor menunjuk Prof Amal sebagai Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Amanah tersebut diembannya hingga akhir hayat. Di bawah kepemimpinannya, nilai-nilai dasar Gontor terus dijaga, sekaligus disesuaikan dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan prinsip pendidikan Islam modern.

Selain aktif di bidang teologi dan pemikiran Islam, Prof Amal dikenal sebagai penggerak pendidikan mu’allimin, yakni sistem pendidikan pesantren yang memadukan kurikulum agama dan umum secara terpadu.

Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah, lembaga yang berperan dalam koordinasi pesantren-pesantren mu’adalah di Indonesia, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Sepanjang hidupnya, Prof Amal menghasilkan berbagai karya ilmiah yang menjadi rujukan dalam kajian teologi dan pemikiran Islam. Di antaranya Theology Hindu Dharma dan Islam (1996), Manhaj al-Bahth al-Falsafi (1997), ‘Ilmu Kalam (1998), serta al-Salaf wa al-Salafiyyah fi al-Fikr al-Islami (2002).

Karya lainnya meliputi Nazariyah al-Fana’ ‘inda Abi Yazid al-Bustami (2003), al-Ittijah al-Salafi fi al-Fikr al-Islami al-Hadith bi Indonesiya (2006), dan Aqidah al-Tawhid ‘inda al-Falasifah wa al-Mutakallimin wa al-Sufiyah (2009).


Topik

Profil Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA Ponpes Gontor Ponpes Modern Gontor



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy