Khidmah Nyata RSI Unisma di Harlah 1 Abad NU, Siagakan Layanan Medis Nonstop Selama Dua Hari
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
07 - Feb - 2026, 01:37
JATIMTIMES – Mujahadah Kubro menjadi puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026. Ratusan ribu jemaah Nahdliyin dari berbagai daerah diperkirakan memadati Kota Malang. Di balik khidmatnya doa dan lantunan dzikir, Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma hadir memastikan satu hal krusial: keselamatan dan kesehatan para warga NU tetap terjaga.
Sebagai rumah sakit yang lahir dari rahim NU, RSI Unisma mengambil peran aktif sebagai tim kesehatan resmi selama dua hari penuh pelaksanaan Mujahadah Kubro. Penugasan tersebut berlangsung sejak Sabtu siang hingga Minggu malam, mengikuti ritme dan kepadatan massa yang datang silih berganti ke stadion kebanggaan warga Malang itu.
Baca Juga : Satpol PP Kota Malang Minta Tempat Hiburan Malam Tertib Izin dan Konten
Direktur RSI Unisma, drg. Hj. Musyrifah, M.Kes., CHMEE, CHCEE, menjelaskan bahwa pihaknya menyiagakan layanan medis secara penuh mulai Sabtu (7/2/2026) pukul 12.00 WIB hingga Minggu (8/2/2026) pukul 21.00 WIB. Layanan kesehatan dibagi dalam empat shift agar kesiapsiagaan tetap terjaga tanpa jeda.
“RSI Unisma ditugaskan sebagai tim kesehatan selama dua hari penuh dengan sistem empat shift. Kami ditempatkan di pintu timur Stadion Gajayana sesuai pembagian titik dari Dinas Kesehatan,” ujar Musyrifah.
Di titik tersebut, RSI Unisma mendirikan pos kesehatan dengan konsep klinik lapangan. Fasilitas yang disiapkan bukan sekadar pos jaga, melainkan unit layanan medis yang mampu melakukan penanganan cepat hingga stabilisasi pasien sebelum rujukan.
Setiap shift diisi oleh tim medis lengkap yang terdiri dari dokter, perawat, serta sopir ambulans. Selain itu, RSI Unisma juga melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisma serta Medical Rescue Team dari FK Unisma. Secara keseluruhan, sekitar 20 personel diterjunkan secara bergantian selama empat shift.
“Dalam satu shift ada sekitar lima personel. Kalau total selama empat shift, jumlahnya sekitar 20 orang. Semua siap siaga di lapangan,” jelasnya.
Jenis layanan medis yang diberikan difokuskan pada penanganan kasus-kasus yang lazim muncul dalam kegiatan dengan massa besar. Mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, penanganan kelelahan, dehidrasi, pusing, hingga luka ringan akibat aktivitas fisik yang padat.
RSI Unisma juga menyiapkan perlengkapan medis pendukung, termasuk cairan infus, peralatan perawatan luka, hingga fasilitas stabilisasi pasien. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan, pasien akan distabilkan terlebih dahulu di pos sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.
Baca Juga : Daftar 33 Titik Parkir dan Tarif Resmi Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang
“Biasanya kasus yang muncul itu kelelahan, dehidrasi, atau luka ringan. Semua sudah kami siapkan. Kalau memang harus dirujuk, pasien distabilkan dulu di pos kami sebelum dibawa ke faskes lanjutan,” kata Musyrifah.
Ia menegaskan, kehadiran RSI Unisma bukan hanya sebagai kewajiban teknis medis, tetapi bagian dari khidmah NU yang nyata. Harapannya, seluruh rangkaian Mujahadah Kubro berjalan lancar tanpa kejadian medis yang berat.
“Harapan kami tentu acaranya berjalan lancar dan aman. Sebagai tim kesehatan, kami berharap kasus-kasus yang ditangani tidak berat dan bisa selesai di tempat tanpa banyak rujukan,” ungkapnya.
Musyrifah juga menyampaikan doa dan harapannya untuk Nahdlatul Ulama yang genap berusia satu abad. Menurutnya, NU telah dan akan terus menjadi pilar penting dalam menjaga umat, bangsa, dan nilai-nilai keislaman yang moderat.
“Mudah-mudahan NU semakin jaya, semakin kuat berkhidmat untuk umat, dan terus memberi manfaat bagi warga Nahdliyin khususnya dan umat Islam secara luas,” pungkasnya.
