Ketiak Hitam Jadi Struggle Mayoritas Wanita Indonesia, Ini Penyebab dan Cara Merawatnya

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

05 - Feb - 2026, 07:59

Kondisi ketiak menghitam. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Masalah ketiak hitam ternyata masih menjadi keluhan mayoritas perempuan Indonesia. Bahkan, sekitar 80 persen wanita pernah mengalami perubahan warna kulit di area underarm akibat perawatan yang kurang tepat, mulai dari cara mencukur hingga pemilihan produk skincare.

Dokter sekaligus skincare expert dr Yessica Tania mengungkapkan bahwa kebiasaan kecil yang kerap dianggap sepele justru menjadi pemicu utama iritasi dan hiperpigmentasi pada ketiak. Banyak perempuan masih menggunakan physical exfoliator yang terlalu kasar di area ketiak.

Baca Juga : Paspor Indonesia Makin Kuat! Kini Bisa Masuk 88 Negara Tanpa Ribet Urus Visa

“Padahal, kulit underarm itu tipis dan sensitif. Gesekan berlebih bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, hingga post inflammatory hyperpigmentation atau PIH yang membuat ketiak tampak lebih gelap,” ungkap perempuan yang akrab disapa dokter Zie itu.

Menurut dr Zie, eksfoliasi sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang lebih lembut. Chemical exfoliator dengan kandungan ringan seperti lactic acid atau PHA dinilai lebih aman untuk area lipatan seperti ketiak, dengan frekuensi pemakaian cukup satu kali dalam seminggu.

Selain eksfoliasi, kesalahan lain yang sering terjadi adalah cara menghilangkan bulu ketiak. Mencukur dengan pisau tumpul atau berlawanan arah tumbuh rambut dapat menimbulkan luka mikro pada kulit.

“Luka kecil akibat cukur yang salah ini sering tidak disadari, tapi efek jangka panjangnya bisa membuat kulit ketiak semakin gelap dan kasar. Idealnya gunakan pisau cukur yang tajam dan cukur searah pertumbuhan rambut,” imbuh Zie.

Sebagai alternatif, Zie menyebut metode hair removal minim gesekan seperti IPL bisa menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki kulit sensitif karena risiko iritasinya lebih rendah.

Tak kalah penting, perawatan kulit ketiak juga perlu dilakukan secara rutin, layaknya wajah. Menurut dr. Zie, menjaga kesehatan skin barrier menjadi kunci utama untuk mencegah ketiak menggelap.

“Underarm butuh hidrasi dan perbaikan skin barrier. Bisa menggunakan produk dengan kandungan niacinamide, collagen, atau antioksidan seperti vitamin E. Bahan-bahan ini membantu menenangkan kulit sekaligus mencerahkan secara bertahap,” tambah ibu satu anak ini.

Baca Juga : Bentuk Hukum PT PJU Bakal Berubah, Berikut Catatan Komisi C DPRD Jatim

Ia menambahkan, area ketiak yang berlipat sering membuat pemakaian skincare berlapis terasa tidak nyaman. Karena itu, pemilihan produk multifungsi seperti deodorant dengan kandungan perawatan kulit bisa menjadi solusi praktis.

“Deodorant sekarang tidak hanya berfungsi mengontrol keringat dan bau badan, tapi juga bisa membantu mencerahkan, memperhalus tekstur, serta memperkuat skin barrier jika kandungannya tepat,” kata Zie.

Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, dr. Zie menegaskan bahwa ketiak hitam bukan masalah permanen. Ia mengajak perempuan Indonesia untuk lebih bijak merawat area underarm agar tampil lebih percaya diri.

“Kalau kebiasaan salahnya dihentikan dan perawatannya benar, kulit ketiak bisa kembali sehat dan cerah. Tahun 2026 saatnya glowing, termasuk area ketiak,” tutup dr. Zie.