JATIMTIMES - Klaim penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat bukan sekadar isu politik internasional. Di balik ketegangan tersebut, tersimpan satu faktor kunci yang membuat Venezuela terus menjadi sorotan dunia, yakni cadangan minyak terbesar di planet ini.
Venezuela bukan hanya negara kaya minyak, tetapi juga simbol bagaimana energi bisa menjadi alat tawar geopolitik. Ketika kekuasaan politik goyah, perhatian dunia langsung tertuju pada siapa yang akan mengendalikan sumber daya energinya.
Baca Juga : Akankah Amerika Serikat Dihukum Usai Penangkapan Presiden Venezuela? Ini Tinjauan Hukum Internasionalnya
Venezuela, Raja Minyak Dunia yang Terpuruk Produksi
Berdasarkan data resmi Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) hingga akhir 2024, Venezuela menempati peringkat pertama dunia dengan cadangan minyak terbukti mencapai 303,2 miliar barel, atau sekitar 17 persen dari total cadangan minyak global.
Sebagian besar minyak Venezuela berupa minyak berat yang terkonsentrasi di kawasan Orinoco Belt. Meski cadangannya sangat besar, jenis minyak ini membutuhkan teknologi pengolahan khusus dan biaya produksi yang tidak murah.
Ironisnya, kekayaan tersebut tidak berbanding lurus dengan tingkat produksi. Pada era 1970-an, Venezuela pernah memproduksi sekitar 3,5 juta barel per hari. Namun dalam satu dekade terakhir, produksinya merosot tajam akibat salah kelola industri migas, minim investasi, serta sanksi internasional.
Daftar 10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar Dunia
Selain Venezuela, sejumlah negara lain juga menjadi pemain penting dalam peta energi global. Berikut 10 negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia berdasarkan data OPEC hingga akhir 2024:
1. Venezuela – 303,2 miliar barel
2. Arab Saudi – 267,2 miliar barel
Arab Saudi memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan minyak dunia melalui kebijakan produksi OPEC.
3. Iran – 208,6 miliar barel
Meski dibayangi sanksi, Iran tetap menjadi kekuatan besar dalam jangka panjang pasar energi global.
4. Irak – 145 miliar barel
Irak memiliki peluang besar meningkatkan produksi jika stabilitas keamanan terjaga.
5. Uni Emirat Arab – 113 miliar barel
Cadangan minyak UEA menopang diversifikasi ekonomi di tengah transisi energi dunia.
6. Kuwait – 101,5 miliar barel
Minyak menjadi tulang punggung perekonomian Kuwait meski wilayah negaranya kecil.
7. Rusia – 80 miliar barel
Baca Juga : Sosok Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Presiden Venezuela
Rusia merupakan negara non-OPEC dengan cadangan minyak terbesar dan pemasok utama energi global.
8. Libya – 48,36 miliar barel
Konflik berkepanjangan membuat produksi minyak Libya belum optimal.
9. Nigeria – 37,28 miliar barel
Isu keamanan dan infrastruktur masih menghambat sektor migas Nigeria.
10. Kazakhstan – 30 miliar barel
Kazakhstan berperan strategis sebagai penghubung jalur energi Asia dan Eropa.
Mengapa Minyak Venezuela Sangat Diperebutkan?
Meski mahal dan sulit diproduksi, minyak berat Venezuela relatif sederhana secara teknis bagi negara atau perusahaan yang memiliki teknologi pengolahan lanjutan. Inilah yang membuat cadangan Venezuela tetap sangat menarik secara strategis.
Amerika Serikat melihat potensi besar tersebut. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negaranya akan terlibat langsung dalam pengelolaan Venezuela dan membuka jalan masuk bagi perusahaan minyak besar AS untuk memperbaiki infrastruktur energi yang rusak.
Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa kepentingan minyak menjadi salah satu faktor utama di balik meningkatnya tekanan politik terhadap Venezuela.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa perubahan kekuasaan secara paksa tidak otomatis memulihkan industri migas. Pengalaman di Irak dan Libya menunjukkan bahwa konflik justru sering memperpanjang gangguan produksi dan pasokan minyak dunia.
Ketegangan yang terjadi di Venezuela menegaskan bahwa minyak bukan hanya soal energi dan ekonomi, melainkan instrumen kekuasaan dan pengaruh global. Siapa pun yang mengendalikan Venezuela, pada akhirnya akan memegang salah satu kunci penting dalam peta energi dunia.
