JATIMTIMES - Aksi Agus Ponco mendadak ramai di media sosial. Pria asal Magelang ini jadi perbincangan setelah videonya yang rutin membersihkan makam viral. Tanpa bayaran, Agus sudah merawat ratusan makam yang sebelumnya terbengkalai.
Julukan “Makam Cleaner” pun melekat pada dirinya. Bukan tanpa alasan, Agus diketahui telah membersihkan lebih dari 400 makam di wilayah Magelang hingga Yogyakarta secara sukarela.
Baca Juga : Angin Kencang Rusak Sejumlah Rumah di Sumawe, Kerugian Ditaksir Rp39 Juta
Kisah ini berawal dari pengalaman pribadinya. Agus mengaku tergerak setelah melihat makam sang ibu dan area di sekitarnya dalam kondisi kurang terurus. Dari situlah ia mulai membersihkan sendiri, hingga akhirnya berlanjut ke makam-makam lain.
Tak hanya sekadar membersihkan, Agus juga kerap membagikan kegiatannya lewat media sosial. Ia berharap apa yang dilakukannya bisa menginspirasi orang lain agar lebih peduli terhadap makam keluarga.
Bagi Agus, kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih. Ada banyak hal yang ia rasakan sejak rutin merawat makam.
“(salah satunya) Bisa ziarah di makam ibunya setiap hari,” ujar Agus.
Ia juga merasa bisa membantu keluarga lain yang tidak sempat datang ke makam. “Bisa memberikan info makam disana karena keluarganya jauh bisa menhobati rindu,” lanjutnya.
Tak hanya itu, aktivitas ini juga berdampak pada kehidupan sehari-harinya. Biasanya momen bersih-bersih makam ia bagikan melalui siaran langsung TikTok. “(Sehingga uang hasil live) bisa bantu bayar LKS ponakan,” katanya.
Saking viralnya, Agus kerap diminta membantu orang lain untuk membersihkan makam keluarganya. "Bahkan bisa sampai ke jogja untuk taburin bunga ke makam papanya yang sering lihat live ku di media sosial,” ucapnya.
Hal menarik lain, aktivitas Agus juga membawa dampak ekonomi kecil di sekitarnya. Ia mengaku sering membeli bunga dalam jumlah banyak, yang secara tidak langsung membantu pedagang.
“Bisa larisin ibu penjual bunga yang dulunya sepi sekarang langgananku,” ujarnya.
Baca Juga : Empat Nabi dalam Perdebatan Abadi, Antara Keyakinan Langit dan Tafsir yang Tak Pernah Usai
“Beli bunga yang banyak buat mempercantik makam yang disini,” imbuhnya.
Di balik aktivitasnya, Agus juga berpesan kepada para pengikutnya di media sosial. Ia merasa setiap hari diingatkan bahwa hidup bisa berakhir kapan saja.
“(dengan menjadi makam cleaner) Tiap hari diingatkan kematian yang bisa datang kapan saja,” katanya.
“Laki-laki tidak takut mati, laki-laki hanya takut tidak berguna.” tutup Agus.
Kalimat itu membuat banyak orang tersentuh, sekaligus memaknai ulang hal-hal sederhana dalam hidup.
Aksi Agus Ponco sebagai makam cleaner menuai banyak respons positif. Tak sedikit yang mengaku terinspirasi untuk mulai merawat makam keluarga mereka sendiri.
