JATIMTIMES - Perekonomian Kota Batu pada tahun 2025 tetap menunjukkan pertumbuhan meski lajunya sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, ekonomi daerah tersebut tumbuh 4,85 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang mencapai 5,04 persen.
Dari segi nilai, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batu atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp 23,68 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp 14,25 triliun.
Baca Juga : Bentuk Satgas RAFI, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Jamin Kelancaran Distribusi dan Ketersediaan Stok BBM
Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo mengatakan, meski terjadi perlambatan pertumbuhan, aktivitas ekonomi di Kota Batu masih bergerak positif. Hal ini karena sebagian besar lapangan usaha tetap mengalami peningkatan kinerja.
“Ekonomi Kota Batu pada tahun 2025 tumbuh sebesar 4,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun lebih lambat dari pertumbuhan tahun 2024, hampir seluruh lapangan usaha masih mencatatkan pertumbuhan positif, kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi,” kata Herlina.
Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 9,65 persen. Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 9,16 persen, serta jasa perusahaan sebesar 8,91 persen.
Selain itu, beberapa sektor lainnya juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi, seperti jasa lainnya yang tumbuh 6,41 persen serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh 6,17 persen.
Herlina menjelaskan bahwa pertumbuhan sektor-sektor tersebut menunjukkan semakin beragamnya aktivitas ekonomi di Kota Batu, tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata.
“Pertumbuhan pada sejumlah sektor seperti industri pengolahan, transportasi, hingga jasa menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kota Batu terus berkembang dan semakin beragam,” jelasnya, Kamis (12/3/2026).
Dari sisi struktur ekonomi, PDRB Kota Batu tahun 2025 masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi sebesar 18,69 persen terhadap total PDRB.
Baca Juga : Hari Kedua Angkutan Lebaran 2026 Mulai Ramai, 5.310 Penumpang Gunakan Kereta Api di Malang Raya
Selain sektor perdagangan, beberapa lapangan usaha lain yang juga memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Kota Batu adalah jasa lainnya sebesar 16,68 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 14,10 persen, konstruksi sebesar 12,58 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,52 persen.
Kelima sektor utama tersebut secara keseluruhan menyumbang sekitar 72,58 persen dari total PDRB Kota Batu tahun 2025.
Sementara dari sisi pengeluaran, struktur PDRB Kota Batu masih didominasi oleh komponen konsumsi rumah tangga yang mencapai 66,26 persen dari total perekonomian daerah. Komponen pengeluaran yang mengalami pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) dengan pertumbuhan 6,50 persen.
Herlina menambahkan, dominasi konsumsi rumah tangga menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat masih menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Kota Batu.
“Konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama perekonomian Kota Batu. Hal ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Herlina.
