Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Antisipasi Bahan Berbahaya, Dinkes Kota Batu Uji Sampel Makanan dan Minuman Takjil Ramadan

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : A Yahya

28 - Feb - 2026, 14:40

Placeholder
Ilustrasi. Makanan dan minuman Takjil Ramadan diantisipasi dari bahan berbahaya. Dinkes Kota Batu melakukan upaya sidak dan pengujian untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Keamanan menu berbuka puasa atau takjil menjadi perhatian Pemerintah Kota Batu selama bulan suci Ramadan. Guna memberikan rasa aman bagi konsumen, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan menyisir sejumlah pusat keramaian penjualan takjil.

Terbaru, tim diterjunkan pada 24-25 Februari 2026. Dalam aksi sidak ini, Dinkes mengerahkan tim dari lima puskesmas untuk melakukan pengambilan sampel secara acak. Beberapa titik strategis yang menjadi sasaran pemantauan antara lain kawasan Jalan Samadi, area Pusdik Pendem, hingga pusat kuliner di sekitar Stadion Gelora Brantas yang selalu dipadati warga.

Baca Juga : Stok Aman hingga 10 Bulan, Lonjakan Konsumsi Saat Ramadan Tak Goyahkan Pasokan Beras Kota Malang

Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Batu, Esty Setya Windari, menjelaskan bahwa pemeriksaan kali ini tidak hanya mengandalkan pantauan visual. Petugas membawa peralatan khusus berupa rapid test kit untuk mendeteksi kandungan kimia berbahaya secara instan di lokasi.

"Kami langsung menguji sampel makanan dan minuman di tempat menggunakan alat uji cepat. Fokus utama kami adalah mendeteksi keberadaan empat zat berbahaya yang dilarang, yakni boraks, formalin, metanil yellow, dan rhodamin B," ungkap Esty, belum lama ini.

Selain bahan kimia, tim medis juga menaruh perhatian serius pada potensi kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli). Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa air yang digunakan serta proses pengolahan makanan oleh para pedagang telah memenuhi standar kebersihan yang layak.

Dikatakannya, sejauh ini, sejumlah sampel makanan yang mencurigakan telah dibawa ke laboratorium untuk menjalani pemeriksaan lanjutan yang lebih mendalam. Langkah ini diambil guna mendapatkan hasil yang akurat sebelum memberikan vonis terhadap produk yang dijual di pasaran.

Meski pengawasan dilakukan secara ketat, Dinkes menekankan bahwa pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan pola pembinaan. Petugas tidak serta-merta melakukan penyitaan barang dagangan jika ditemukan indikasi awal pelanggaran, melainkan memberikan edukasi terlebih dahulu.

Baca Juga : Usut Laka Truk Rem Blong di Kota Batu, Polisi Periksa Saksi Ahli Dishub Terkait Kelayakan Armada

Menurut Esty, jika hasil uji laboratorium nantinya mengonfirmasi adanya zat berbahaya, pihak puskesmas dan Dinkes akan melakukan pendampingan kepada pedagang tersebut. Tujuannya agar para pelaku usaha mikro lebih selektif dalam memilih bahan baku dan lebih menjaga higiene sanitasi produksi mereka.

"Harapan kami, melalui pengawasan rutin ini, masyarakat Kota Batu maupun wisatawan yang sedang berkunjung bisa menikmati takjil dengan perasaan tenang, aman, dan nyaman selama menjalankan ibadah puasa," tambah Esty.

Kegiatan ini, sambungnya, diharapkan mampu menekan angka kasus keracunan pangan serta meningkatkan kesadaran para pedagang musiman akan pentingnya kualitas kesehatan produk. Warga juga diimbau untuk tetap teliti saat membeli takjil, dengan memperhatikan warna yang tidak terlalu mencolok serta aroma makanan yang wajar, guna menghindari konsumsi zat kimia berbahaya secara tidak sengaja.


Topik

Kesehatan Takjil ramadan Dinkes kota batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya