Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Profil

Sosok Daryono, Direktur Gempa-Tsunami BMKG yang Mundur dan Ajukan Pensiun Dini

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

14 - Feb - 2026, 15:29

Placeholder
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, menyatakan mundur dari jabatannya sekaligus mengajukan pensiun dini. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Keputusan mengejutkan datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, menyatakan mundur dari jabatannya sekaligus mengajukan pensiun dini. Pengumuman itu disampaikan pada Jumat (13/2/2026) malam.

Nama Daryono bukan sosok asing bagi publik. Setiap kali gempa mengguncang wilayah Indonesia, dialah yang kerap tampil memberikan penjelasan. Lewat konferensi pers maupun media sosial seperti X dan Instagram, ia dikenal aktif menyampaikan informasi sekaligus menenangkan masyarakat saat situasi genting.

Baca Juga : Profil Anak Riza Chalid yang Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak

Dalam pernyataan resminya, Daryono memastikan pengunduran dirinya sudah diajukan secara formal. Nama Daryono pun menjadi sorotan usai muncul kabar pengunduran diri tersebut. Berikut JatimTIMES rangkum profil lengkapnya. 

Latar Pendidikan dan Awal Karier

Daryono lahir di Semarang, Jawa Tengah, 21 Februari 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) angkatan 1993. Pendidikan itu menjadi titik awal penguasaannya di bidang meteorologi dan geofisika.

Setelah merampungkan Diploma III di AMG Jakarta, ia melanjutkan studi sarjana di Universitas Indonesia. Pada 2000, ia meraih gelar S1 dari Program Studi Meteorologi dan Geofisika, Fakultas MIPA.

Pendidikan magister ditempuh di Universitas Udayana dengan konsentrasi manajemen lahan kering dan selesai pada 2002. Empat tahun berselang, ia menyelesaikan program doktor Ilmu Geografi di Universitas Gadjah Mada.

Bekal akademik itu menguatkan kiprahnya dalam isu kebencanaan, terutama gempa bumi dan tsunami.

Perjalanan Karier di BMKG

Karier Daryono di BMKG dimulai sebagai staf teknis di Balai MKG Wilayah III Denpasar, Bali. Pengalaman lapangan tersebut membentuk pendekatannya dalam memahami mitigasi bencana secara langsung.

Sejak 2005, ia aktif sebagai peneliti geofisika. Sejumlah posisi strategis kemudian diemban, mulai dari Kepala Subbagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan di STMKG, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, hingga Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami.

Pada 2022, ia dipercaya menjabat Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG. Jabatan ini memegang peran penting dalam memastikan informasi gempa dan peringatan dini tsunami tersampaikan cepat dan akurat kepada masyarakat.

Sejak pertengahan 1990-an, Daryono rutin menulis artikel ilmiah populer di berbagai media seperti Bali Post, Kompas, Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, hingga The Bali Times. Tulisannya membahas gempa Bali dan Lombok, tsunami, puting beliung, cuaca ekstrem, perubahan iklim, hingga aktivitas Gunung Merapi.

Selain itu, ia menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional. Topik risetnya mencakup seismisitas Bali, zona agroklimat, prakiraan curah hujan, local site effect di Graben Bantul, hingga aktivitas seismik menjelang erupsi Merapi.

Baca Juga : Wali Kota Batu Mutasi 137 Pejabat Administrator Hingga Kepala Sekolah dan Lurah

Ia juga sering menjadi pembicara dalam seminar, pelatihan, dan simulasi tanggap darurat di Bali, Yogyakarta, NTT, hingga forum internasional di Bangkok, Thailand. Materi yang dibawakan berkaitan dengan mitigasi gempa dan tsunami, sistem pemantauan bencana, serta manajemen risiko.

Daryono juga terlibat dalam sejumlah proyek penting, termasuk survei gempa Tasikmalaya dan Padang pada 2009 serta kajian multirisiko di wilayah pesisir. Ia turut menyusun standar operasional prosedur (SOP) penanggulangan gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dan letusan gunung api bersama lembaga akademik dan pemerintah.

Dalam bidang literasi, ia menerbitkan buku 10 Kunci Penyelamatan Saat Terjadi Gempabumi dan Tsunami dan berkontribusi dalam buku Multirisk Assessment of Disasters in Parangtritis Coastal Area.

Alasan Mundur

Daryono menyebut kondisi kesehatan menjadi latar belakang keputusannya mundur dan mengajukan pensiun dini.

“Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG,” ujar Daryono dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (14/2/2026). 

Meski tak lagi menjabat secara struktural, ia menegaskan tetap berkomitmen pada edukasi kebencanaan.

“Saya memiliki tanggung jawab keilmuan (scientific responsibility), tanggung jawab edukasi (educational responsibility) dan tanggung jawab moral (moral responsibility) di negeri yang rawan bencana ini. Namun demikian, komitmen saya terhadap edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan tidak akan berhenti,” pungkas Daryono.


Topik

Profil Sosok Daryono Daryono Direktur Gempa-Tsunami BMKG Pensiun Dini



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni