Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Nabi Musa AS Pernah Memohon Nyawanya Dicabut di Palestina

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

08 - Feb - 2026, 11:20

Placeholder
Ilustrasi malaikat maut saat mendatangi umat manusia yang telah tiba waktunya (ist)

JATIMTIMES - Dalam perjalanan hidup para nabi, jarang ada kisah wafat yang disampaikan dengan begitu terang dan personal. Kisah Nabi Musa AS adalah salah satunya. Menjelang akhir hayatnya, nabi ulul azmi itu secara khusus memohon kepada Allah SWT agar nyawanya dicabut di wilayah Palestina, sedekat mungkin dengan Tanah Suci Baitul Makdis.

Permohonan tersebut terekam dalam hadis sahih yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW mengisahkan bahwa Allah SWT mengutus malaikat maut untuk mencabut nyawa Nabi Musa AS. Perjumpaan itu berlangsung tidak seperti yang dibayangkan. Nabi Musa AS tidak mengenali sosok yang datang kepadanya, hingga secara refleks memukul malaikat maut tersebut.

Baca Juga : Awal Puasa 2026 Bisa Beda? Ini Perkiraan Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah, dan BRIN

Rasulullah SAW bersabda: “Malaikat maut datang kepada Musa, lalu Musa memukulnya hingga matanya terlepas. Malaikat itu kembali kepada Allah dan berkata, ‘Engkau mengutusku kepada hamba yang tidak menginginkan kematian.’ Lalu Allah mengembalikan matanya dan memerintahkannya kembali kepada Musa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah itu, malaikat maut datang kembali dengan membawa tawaran dari Allah SWT. Nabi Musa AS diberi pilihan untuk memperpanjang hidupnya. Setiap helai bulu lembu yang tertutup tangannya akan dihitung sebagai tambahan satu tahun usia. Namun tawaran itu tidak menggoyahkan pilihan Nabi Musa AS.

Ia justru bertanya tentang akhir dari umur panjang tersebut. Ketika dijawab bahwa pada akhirnya tetap ada kematian, Nabi Musa AS menegaskan sikapnya. Ia memilih agar nyawanya dicabut saat itu juga.

Dalam hadis tersebut disebutkan, Nabi Musa AS kemudian berdoa: “Ya Allah, wafatkanlah aku di dekat Tanah Suci.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW menjelaskan lebih lanjut bahwa permohonan itu dikabulkan. Nabi Musa AS diwafatkan di wilayah Palestina, tidak jauh dari Baitul Makdis, sejauh lemparan batu dari tanah suci tersebut.

Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya aku berada di sana, niscaya aku akan menunjukkan kepada kalian kuburnya, di sisi jalan, di bawah tumpukan pasir merah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga : Dialog Abu Yazid dan Seekor Anjing, Pelajaran Kerendahan Hati dari Makhluk yang Dipandang Hina

Penegasan ini menunjukkan bahwa permohonan Nabi Musa AS bukan sekadar simbolik. Ia benar-benar ingin akhir hidupnya terikat dengan tanah yang diberkahi, wilayah yang kelak menjadi pusat sejarah kenabian dan ibadah. Al-Qur’an pun menegaskan kemuliaan kawasan tersebut sebagai tanah yang diberkahi.

“Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 71)

 


Topik

Agama kisah nabi musa palestina



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Agama

Artikel terkait di Agama