JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meningkatkan kewaspadaan penyakit mulut dan kuku (PMK) seiring mendekatnya Hari Raya Idul Adha. Langkah ini diambil meski dua kasus PMK yang sempat muncul di awal 2026 telah berhasil ditangani dan dinyatakan sembuh.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan mengatakan, penguatan pengawasan menjadi kunci mengingat meningkatnya mobilitas dan lalu lintas hewan ternak menjelang Idul Adha.
Baca Juga : Kapolresta Malang Kota Dorong Peran Publik Perangi Narkoba, Tempat Hiburan Jadi Atensi Khusus
“Kasusnya memang sudah tertangani. Tapi menjelang Idul Adha, pergerakan ternak biasanya meningkat. Ini yang perlu diantisipasi,” ujar Slamet belum lama ini.
Dua kasus PMK tersebut sebelumnya ditemukan pada sapi milik peternak di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru. Hewan ternak menunjukkan gejala khas berupa air liur berlebih dan luka pada bagian kuku. Setelah laporan diterima, tim Dispangtan langsung melakukan penanganan intensif sehingga kondisi ternak cepat pulih.
Menurut Slamet, pengalaman tersebut menjadi alarm dini bagi Pemkot Malang untuk memperkuat sistem pencegahan. Selain penyemprotan disinfektan di kandang-kandang ternak, pengawasan lalu lintas hewan dari luar daerah kini diperketat.
Setiap hewan ternak yang masuk ke Kota Malang diwajibkan mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah masuknya PMK dari daerah lain, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban.
Upaya perlindungan ternak juga diperkuat melalui program vaksinasi PMK. Dispangtan telah menerima 1.000 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dijadwalkan mulai disuntikkan pada Februari secara bertahap.
Baca Juga : Pemkab Malang Apresiasi Pembukaan Jalan Lingkar Baru di Kawasan BBIB Singosari
Namun demikian, Slamet mengakui jumlah vaksin tersebut masih terbatas dibandingkan populasi sapi di Kota Malang yang mencapai sekitar 2.500 ekor.
“Vaksin dari provinsi dibagi ke banyak daerah. Kalau stok habis, kami akan segera mengajukan tambahan agar perlindungan ternak tetap maksimal,” tegasnya.
Pemkot Malang berharap kombinasi penanganan cepat, pengawasan ketat, dan vaksinasi bertahap mampu menjaga kesehatan ternak sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat menjelang Idul Adha.
