Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Jelang Idul Adha, Pemkot Malang Perketat Kewaspadaan PMK meski Dua Kasus Sudah Sembuh

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

31 - Jan - 2026, 16:21

Placeholder
Bedak jual sapi kurban yang biasa muncul jelang Idul Adha.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meningkatkan kewaspadaan penyakit mulut dan kuku (PMK) seiring mendekatnya Hari Raya Idul Adha. Langkah ini diambil meski dua kasus PMK yang sempat muncul di awal 2026 telah berhasil ditangani dan dinyatakan sembuh.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan mengatakan, penguatan pengawasan menjadi kunci mengingat meningkatnya mobilitas dan lalu lintas hewan ternak menjelang Idul Adha.

Baca Juga : Kapolresta Malang Kota Dorong Peran Publik Perangi Narkoba, Tempat Hiburan Jadi Atensi Khusus

“Kasusnya memang sudah tertangani. Tapi menjelang Idul Adha, pergerakan ternak biasanya meningkat. Ini yang perlu diantisipasi,” ujar Slamet belum lama ini. 

Dua kasus PMK tersebut sebelumnya ditemukan pada sapi milik peternak di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru. Hewan ternak menunjukkan gejala khas berupa air liur berlebih dan luka pada bagian kuku. Setelah laporan diterima, tim Dispangtan langsung melakukan penanganan intensif sehingga kondisi ternak cepat pulih.

Menurut Slamet, pengalaman tersebut menjadi alarm dini bagi Pemkot Malang untuk memperkuat sistem pencegahan. Selain penyemprotan disinfektan di kandang-kandang ternak, pengawasan lalu lintas hewan dari luar daerah kini diperketat.

Setiap hewan ternak yang masuk ke Kota Malang diwajibkan mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah masuknya PMK dari daerah lain, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban.

Upaya perlindungan ternak juga diperkuat melalui program vaksinasi PMK. Dispangtan telah menerima 1.000 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dijadwalkan mulai disuntikkan pada Februari secara bertahap.

Baca Juga : Pemkab Malang Apresiasi Pembukaan Jalan Lingkar Baru di Kawasan BBIB Singosari

Namun demikian, Slamet mengakui jumlah vaksin tersebut masih terbatas dibandingkan populasi sapi di Kota Malang yang mencapai sekitar 2.500 ekor.

“Vaksin dari provinsi dibagi ke banyak daerah. Kalau stok habis, kami akan segera mengajukan tambahan agar perlindungan ternak tetap maksimal,” tegasnya.

Pemkot Malang berharap kombinasi penanganan cepat, pengawasan ketat, dan vaksinasi bertahap mampu menjaga kesehatan ternak sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat menjelang Idul Adha.


Topik

Pemerintahan Dispangtan Pemkot Malang PMK penyakit mulut dan kuku hewan kurban Idul Adha



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy