Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Ada Telur Tak Layak Konsumsi pada Bantuan Pangan Non Tunai di Jombang

Penulis : Adi Rosul - Editor : Heryanto

22 - Nov - 2018, 19:21

Placeholder
Kondisi telur yang terlihat pecah dan rusak saat pembagian BPNT di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Bantuan Pangan Non tunai (BPNT) yang merupakan program dari pemerintah pusat untuk dibagikan ke masyarakat, menyisakan permasalahan.

Seperti rusaknya telur saat dibagikan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Bahan pangan berupa telur ini, merupakan bagian bantuan sosial dalam program BPNT yang dibagikan bersama bantuan pangan berupa beras. 

Dari temuan di lapangan, kondisi telur yang rusak ditemukan saat pembagian BPNT di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, pada Rabu (21/11) sore. 

Rusaknya telur tersebut bervariasi, mulai dari pecah hingga berlubang. 

Menurut agen e-warung, Maria Ulfa (47), faktor rusaknya telur telur tersebut dimungkin ketika proses pengiriman. 

Pasalnya, ukuran atau besar/ kecilnya telur yang tidak sama bisa menyebabkan kerusakan akibat tekanan dari tumpukan wadah telur. 

"Kalau dari saya ada 3 kilogram yang rusak, dari 276 kilogram," ujar Maria Ulfa saat diwawancarai.

Telur-telur yang rusak tersebut, dikatakan Maria, tidak akan dibagikan ke warga, melainkan akan disimpan ke lemari pendingin. 

Tujuannya supaya tidak menimbulkan bau busuk. Selain itu, juga untuk barang bukti apabila sewaktu waktu ada pemeriksaan dari pihak terkait. 

"Yang busuk dan tidak layak konsumsi tidak akan saya bagikan. Yang saya bagikan, yang sudah quality control," tegasnya. 

Terpisah, salah seorang warga penerima bantuan pangan non tunai, mengatakan mendapat 7 kilogram beras dan 1 kilogram telur. 

Sedangkan terkait rusaknya telur, warga tidak mengetahui sama sekali. 

"Ini saya dapat telur yang bagus. Rencananya, buat kebutuhan sehari hari di rumah," tandas Mukayaroh (45). 

Sedangkan, Kondisi telur tidak layak konsumsi tersebut, juga ditemukan di wilayah lain, yakni di Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng. 

Salah satu warung penyedia bantuan pangan atau e-warung di desa tersebut, mendapati sejumlah telur dalam keadaan tidak layak konsumsi. Sebab telur-telur itu, diterima dalam keadaan membusuk.

"Jumlahnya nggak banyak, dari 25 butir ada 2 yang busuk, jadi semua 27 butir. stok juga masih kurang 4 kilo jadi belum kami bagikan", ujar Siti Fatimah, pemilik E-warung di Desa Ngampungan itu. 

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang saat hendak dikonfirmasi, masih belum bisa memberikan keterangan dengan alasan masih berada di luar kota. 

"Masih diluar kota mas bapak (Kepala Dinas, red). Mungkin besok baru ngantor," kata salah seorang staff Dinas Sosial, saat ditemui sejumlah awak media, Kamis (22/11).(*)

 


Topik

Ekonomi Jombang berita-jombang Bantuan-Telur-dari-Pemerintah-Rusak Pemerintah-Kirim-telur-Rusak-ke-Warga Kabupatem-Jombang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Adi Rosul

Editor

Heryanto