JATIMTIMES - Belakangan ini, keluhan soal tagihan listrik yang mendadak naik semakin sering terdengar. Padahal, tarif listrik dari pemerintah diketahui tidak mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya penyebab lonjakan biaya listrik di rumah?
Jawabannya sering kali bukan pada tarif, melainkan pada pola pemakaian listrik sehari-hari. Tanpa disadari, ada sejumlah perangkat rumah tangga yang menyedot daya cukup besar, bahkan saat tidak digunakan secara intens. Jika penggunaannya tidak dikontrol, tagihan listrik bisa melonjak drastis.
Baca Juga : Harga Telur Hancur, Puluhan Peternak di Magetan Demo Bagi-Bagi Telur Gratis ke Warga
Berikut ini adalah daftar perangkat rumah tangga yang paling banyak mengonsumsi listrik, dikutip dari Energy Saving Trust, Rabu (6/5/2026), lengkap dengan tips agar penggunaannya lebih efisien.
1. Mesin Cuci
Mesin cuci menjadi salah satu penyumbang terbesar konsumsi listrik rumah tangga, yakni sekitar 14 persen dari total tagihan. Proses mencuci hingga pengeringan membutuhkan daya yang cukup besar, apalagi jika digunakan berulang kali dalam seminggu.
Kebiasaan mencuci dalam jumlah sedikit namun sering justru membuat konsumsi listrik semakin tinggi. Untuk lebih hemat, sebaiknya gunakan mesin cuci dengan kapasitas penuh atau sesuai anjuran. Selain itu, memilih mode pencucian hemat energi juga bisa membantu menekan penggunaan listrik.
2. Kulkas dan Freezer
Kulkas dan freezer menyumbang sekitar 13 persen dari tagihan listrik rumah. Perangkat ini bekerja tanpa henti selama 24 jam, sehingga wajar jika konsumsi listriknya cukup tinggi.
Namun, ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat kulkas semakin boros, seperti sering membuka pintu terlalu lama, memasukkan makanan panas, atau pengaturan suhu yang terlalu dingin.
Agar lebih efisien, gunakan kulkas dengan label hemat energi, sesuaikan suhu dengan kebutuhan, dan pastikan pintu selalu tertutup rapat.
3. TV, Laptop, dan Konsol Game
Perangkat hiburan seperti TV, laptop, dan konsol game menyumbang sekitar 6 persen dari total penggunaan listrik. Meski terlihat tidak signifikan, penggunaan dalam waktu lama terutama untuk streaming atau bermain game bisa meningkatkan konsumsi energi.
Selain itu, banyak orang tidak menyadari bahwa perangkat ini tetap mengonsumsi listrik saat dalam mode standby. Oleh karena itu, mencabut kabel atau mematikan sumber listrik setelah digunakan bisa menjadi langkah sederhana untuk berhemat.
4. Lampu
Lampu menyumbang sekitar 5 persen dari total tagihan listrik rumah. Angka ini bisa meningkat jika penggunaan lampu tidak terkontrol, misalnya dibiarkan menyala sepanjang hari atau menggunakan jenis lampu yang boros energi.
Mengganti lampu biasa dengan LED bisa menjadi solusi efektif karena lebih hemat listrik dan memiliki umur pakai lebih lama. Selain itu, manfaatkan pencahayaan alami di siang hari untuk mengurangi ketergantungan pada lampu.
5. Oven, Microwave, dan Ketel Listrik
Peralatan dapur seperti oven, microwave, dan ketel listrik menyumbang sekitar 4 persen dari konsumsi listrik rumah. Meski tidak digunakan terus-menerus, perangkat ini membutuhkan daya besar saat dioperasikan.
Baca Juga : Inovasi Warga Malang Bikin Sistem Notifikasi Gempa Tanpa Internet, Tetap Aktif saat Jaringan Lumpuh
Untuk penggunaan yang lebih hemat, microwave bisa menjadi alternatif dibanding oven karena lebih cepat dan efisien. Sementara itu, saat menggunakan ketel listrik, isi air secukupnya agar energi tidak terbuang sia-sia.
Penyebab Lain Tagihan Listrik Naik Tanpa Disadari
Selain dari perangkat di atas, ada beberapa faktor lain yang kerap luput dari perhatian namun bisa membuat tagihan listrik melonjak, antara lain:
• Perangkat standby: Charger, TV, atau alat elektronik lain yang tetap terhubung ke listrik meski tidak digunakan
• AC yang tidak terawat: Filter kotor membuat kerja AC lebih berat dan boros listrik
• Instalasi listrik lama: Kabel atau perangkat yang sudah usang bisa menyebabkan kebocoran daya
• Penggunaan alat berdaya besar bersamaan: Misalnya menyalakan mesin cuci, AC, dan oven sekaligus.
Lonjakan tagihan listrik tidak selalu disebabkan oleh kenaikan tarif. Pola penggunaan listrik di rumah justru menjadi faktor utama yang sering diabaikan. Dengan mengenali perangkat yang paling boros dan mengubah kebiasaan penggunaan, pengeluaran listrik bisa ditekan tanpa harus mengurangi kenyamanan.
Mulai dari hal sederhana seperti mematikan perangkat saat tidak digunakan, memilih alat hemat energi, hingga menggunakan listrik secara bijak, semua bisa berdampak besar pada tagihan bulanan.
