Viral Dugaan Kebocoran Data di Loker Komdigi, Pelamar Disebut Bisa Akses Dokumen Pribadi Peserta Lain
Reporter
Mutmainah J
Editor
Nurlayla Ratri
28 - Jan - 2026, 03:08
JATIMTIMES - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan temuan yang diduga berkaitan dengan keamanan data pribadi dalam proses rekrutmen di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Isu ini mencuat setelah kreator konten Abil Sudarman mengunggah video penelusuran yang memperlihatkan adanya kejanggalan pada sistem pendaftaran lowongan kerja yang beredar.
Dalam unggahannya, Abil mengungkap bahwa tautan pendaftaran lowongan kerja yang mencantumkan domain komdigi.go.id justru mengarahkan pelamar ke sebuah folder Google Drive. Di dalamnya, para pelamar diminta mengunggah berbagai dokumen penting yang bersifat sangat pribadi.
Beberapa dokumen yang disebut wajib diunggah antara lain:
• Curriculum Vitae (CV)
• Kartu Tanda Penduduk (KTP)
• Surat lamaran kerja
• Surat keterangan sehat
• Transkrip nilai
• Surat pengalaman kerja
Dugaan Akses Terbuka ke Data Pelamar Lain
Hal yang memicu kekhawatiran publik adalah klaim bahwa folder Google Drive tersebut tidak memiliki pembatasan akses yang memadai. Abil menyebut seluruh folder milik pelamar lain terlihat dan bisa dibuka oleh siapa saja yang memiliki tautan.
“Masalahnya adalah, semua data pelamar terlihat di Google Drive ini. Semua folder terlihat, nama-nama folder juga terlihat. Jadi, jika Anda ingin melamar, Anda dapat membuka data pribadi pelamar lain. Semuanya terbuka, bisa diakses,” ujar Abil dalam videonya.
Jika benar terjadi, kondisi ini berpotensi membuka informasi sensitif masyarakat ke publik, mulai dari nomor identitas, riwayat pendidikan, hingga data kesehatan.
Abil juga menyoroti potensi pelanggaran terhadap regulasi perlindungan data. Ia menilai praktik tersebut berisiko tinggi dan tidak sejalan dengan semangat Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
“Ini bukan hanya praktik aneh, tetapi juga melanggar undang-undang perlindungan data pribadi yang diusulkan oleh Komdigi sendiri. Jelas bahwa Anda tidak dapat membongkar data pribadi, tetapi ini sama saja dengan membongkarnya sendiri,” katanya.
Baca Juga : Puguh DPRD Jatim Desak Evaluasi Izin Hiburan Malam di Kota Malang, Demi Marwah Kota Pendidikan
Pernyataan itu langsung memicu perdebatan warganet, terutama terkait standar keamanan sistem rekrutmen lembaga pemerintah yang seharusnya lebih ketat.
"sekelas komdigi bikin sistem kaya mau ngumpulin tugas kuliah," komen akun @Rizzz
"Setingkat saya UKM aja masih pakai google form bukan googe drive," sindir akun @alfin khusaini
"sekelas komdigi pake gdrive," sahut @Abran's Mom.
Klaim Alami Serangan Siber
Tak lama setelah unggahan tersebut viral, Abil mengaku mengalami gangguan digital. Ia menyebut menerima ribuan percobaan serangan ke akun media sosialnya.
“Pukul satu siang tadi, ordal menerima 6.000 serangan siber. Saya tidak ingin mengatakan dari siapa, kami masih menyelidiki forensik digitalnya. Tetapi yang jelas dari motifnya, dia tidak mengambil apa pun, dia tidak mengambil data, dia hanya ingin menghancurkannya,” ujar Abil.
Ia menegaskan masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan sumber dan tujuan dari dugaan serangan tersebut.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga artikel ini ditulis, pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) belum menyampaikan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data dalam proses rekrutmen tersebut. Media VOI juga disebut belum menerima tanggapan atas permintaan klarifikasi yang telah dikirimkan.
Kasus ini pun menjadi pengingat pentingnya keamanan sistem digital, terutama yang menyangkut data pribadi masyarakat. Di tengah meningkatnya kesadaran soal privasi, pengelolaan informasi sensitif seharusnya menjadi prioritas utama, baik oleh instansi pemerintah maupun pihak swasta.
