Mau Puasa Sekaligus Diet? Dokter Ini Bocorkan 5 Tips biar Lemak Turun Tanpa Tersiksa
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
21 - Feb - 2026, 10:44
JATIMTIMES - Puasa kerap dianggap momen tepat untuk menurunkan berat badan. Tak sedikit yang berharap Ramadan bisa jadi ajang “auto fat loss”. Tapi benarkah semudah itu?
Dokter umum sekaligus certified health coach dr Dion Haryadi PN1 CHC AIFO-K membagikan panduannya lewat akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan, puasa memang bisa membantu menurunkan lemak, tapi tetap ada syaratnya.
Baca Juga : 3 Waktu Terbaik Minum Air Kelapa saat Ramadan, Bikin Tubuh Tetap Segar dan Tak Mudah Lemas
1. Puasa Bukan Jaminan Auto Fat Loss
Menurut dr Dion, banyak orang salah kaprah mengira puasa otomatis bikin berat badan turun.
“PUASA AUTO FAT LOSS Tapi walaupun begitu, kalo kamu surplus kalori, yah fat loss gak akan terjadi. Jadi, supaya fat loss, kamu tetap harus atur porsi makanmu agar tidak berlebihan,” jelasnya.
Artinya, meski waktu makan lebih singkat, jika asupan kalori tetap berlebihan saat berbuka dan sahur, penurunan lemak tak akan terjadi.
2. Taktis Pilih Takjil
Momen berbuka adalah waktu paling rawan kalap. Rasa lapar seharian bisa memicu makan berlebihan.
“Taktis takjil. Makanan pertamamu itu penting. Karena kamu ada di kondisi laper2nya, bisa banget buat makan berlebihan,” ujarnya.
Ia menyarankan memilih camilan rendah kalori sebagai pembuka. “Pilih cemilan yang lebih rendah kalori. Air putih plus beberapa biji kurma atau buah-buahan. Mau bikin smoothies buah sama whey juga boleh,” tambahnya.
Dengan pembuka yang lebih ringan, rasa lapar bisa lebih terkendali sebelum masuk ke menu utama.
3. Buka Puasa dengan Gizi Seimbang
Setelah rasa lapar mereda, dr Dion mengingatkan agar tidak “barbar” saat menyantap makanan utama.
“Kalo laparnya udah terkontrol, berbukanya juga lebih gak barbar. Milih menu berbukanya bisa lebih jernih, berdasarkan perut, bukan berdasarkan lidah,” katanya.
Ia menyarankan pola makan gizi seimbang, dengan fokus pada protein dan sayuran, lalu dilengkapi karbohidrat kompleks dan lemak secukupnya.
“Makan dengan gizi seimbang. Fokus di protein dan sayur, lengkapi dengan karbo kompleks dan lemak yang cukup. Sesuaikan dengan kebutuhan atau bisa pake Model Piring T,” jelasnya.
Selama Ramadan, asupan sayur sering berkurang padahal serat sangat penting bagi tubuh. “Selama bulan puasa, pasti lebih sulit menuhin sayuran padahal penting banget sebagai sumber serat,” ujarnya.
Baca Juga : Negara yang Gagal, Wangsa yang Menang: Panembahan Agung Ponorogo dan Lahirnya Kajoran
Ia menjelaskan manfaat serat antara lain sebagai prebiotik, membantu menurunkan kolesterol, dan melancarkan buang air besar. “Gunanya (1) sebagai prebiotik, (2) menurunkan kolesterol, (3) melancarkan pup,” katanya.
Sebagai alternatif tambahan serat, ia menyebut bisa menggunakan suplemen tertentu. “Solusinya bisa pake Ones VYBE, bisa konsumsi 1-2 sachet per hari, gak bikin mules2 jadi bisa diminum pas sahur,” jelasnya.
4. Jangan Sering Skip Sahur
Banyak orang sengaja melewatkan sahur demi mengurangi kalori. Menurut dr Dion, cara ini memang bisa meningkatkan defisit kalori, tapi tetap harus bijak.
“Stop skip sahur. Sebenarnya kalo diskip, kalori yang masuk memang lebih dikit, fat loss bisa lebih banyak,” katanya.
Namun ia mengingatkan defisit kalori tidak boleh berlebihan. “Tapi defisit kalori juga gak boleh berlebihan. Kalo diskip, intake protein juga jadi gak maksimal. Kalo emang gak bisa makan berat, yaudah makan yang lebih ringan aja, sesuaikan sama kebutuhan,” tegasnya.
Protein yang cukup tetap dibutuhkan untuk menjaga massa otot selama diet.
5. Tetap Usahakan Olahraga
Puasa bukan alasan berhenti bergerak. Namun tujuan olahraga saat puasa bukan sekadar membakar kalori.
“Usahakan llahraga. Bukan buat bakar kalori lebih banyak tapi supaya (1) kamu mulai habits yang baik atau (2) tetap bisa konsisten olahraga,” jelas dr Dion.
Ia menyarankan menyesuaikan intensitas latihan selama Ramadan. “Secara umum, disarankan untuk nurunin frekuensi, intensitas, atau durasi latihan. Tapi yah ini kembali lagi ke program latihanmu, udah seberapa lama kamu latihan, dan seterusnya,” katanya.
Demikian berbagai tips puasa sekaligus diet yang bisa diterapkan saat bulan Ramadhan. Dengan strategi yang tepat, puasa bisa menjadi momentum membentuk kebiasaan sehat sekaligus membantu menurunkan lemak. Kuncinya tetap pada pengaturan kalori, keseimbangan gizi, dan konsistensi gaya hidup.
