Usai Geser 15 JPTP, Pemkot Batu Ancang-ancang Gerbong Mutasi Lanjutan Eselon III dan IV
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
01 - Feb - 2026, 07:11
JATIMTIMES – Setelah sebelumnya melakukan pergeseran 15 kursi jabatan eselon II atau setara kepala dinas hingga Sekda, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu kini bersiap melanjutkan agenda mutasi pejabat untuk jenjang eselon III dan IV. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus menyelaraskan kompetensi birokrasi dengan target program pembangunan daerah yang kian dinamis.
Hal tersebut dikonfirmasi Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto. Dirinya menegaskan bahwa rotasi jabatan di level administrator dan pengawas merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier ASN yang lumrah dilakukan.
Baca Juga : Ratusan Pelajar Antusias Ikuti Festival Anak Gemilang 2026 di Kota Batu
Baginya, struktur pemerintahan tidak boleh dibiarkan stagnan agar performa pelayanan publik tetap terjaga optimal. "Tidak hanya kepala dinas, pejabat administrator dan pengawas juga harus berkembang. Penempatan harus sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi," ujar Heli Suyanto saat dihubungi, belum lama ini.
Pria yang pernah tiga periode di legislatif itu menambahkan, rotasi ini juga berfungsi untuk memperkaya pengalaman kerja ASN serta memutus potensi kejenuhan akibat terlalu lama menduduki satu posisi tertentu. Namun, ia memberikan catatan keras bahwa pergeseran tersebut tidak boleh sampai mengganggu kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam skema yang tengah digodok, Pemkot Batu membuka ruang seluas-luasnya bagi rotasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Artinya, pejabat eselon III dan IV tidak selalu harus bergerak dalam satu rumpun kedinasan yang sama, asalkan memiliki rekam jejak dan kecakapan yang memadai untuk posisi baru tersebut.
"Evaluasi kami lakukan rutin setiap bulan melalui manajemen talenta. Dari situ terlihat siapa yang siap dipindahkan, dipromosikan, atau justru perlu penguatan," tegasnya.
Baca Juga : Tembok Rumah Warga di Brau Kota Batu Jebol akibat Tanah Longsor
Dikatakannya, langkah rotasi ini juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga guna memastikan program pembangunan berjalan lebih sinkron dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Meskipun daftar nama pejabat yang akan digeser masih disimpan rapat, sinyal pelaksanaan pelantikan di Balai Kota Among Tani kian menguat. Jika seluruh urusan administratif telah rampung, mutasi lanjutan ini diperkirakan akan digelar dalam waktu dekat.
