Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Heboh Isu Kondisi Darurat Listrik Padam hingga Internet Mati 7 Hari karena Krisis Global, Ini Faktanya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

21 - Jan - 2026, 10:55

Placeholder
Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun dalam video viral soal listrik hingga internet mati. (Foto: Facebook)

JATIMTIMES - Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar mengkhawatirkan. Sebuah unggahan menyebut Indonesia akan mengalami pemadaman listrik hingga tujuh hari disertai matinya akses internet akibat krisis global yang dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Informasi tersebut sontak memicu kepanikan warganet.

Unggahan itu dibagikan akun Facebook bernama “Tombol Berita Viral” sejak Jumat (16/1/2026). Dalam postingan tersebut ditampilkan video Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun disertai narasi peringatan agar masyarakat bersiap menghadapi situasi darurat.

Baca Juga : Ahmad Irawan Sebut Negara Tak Berhak Batasi Koalisi Partai Saat Terjadi Pilpres Dua Putaran

“Gawat! Akan terjadi krisis global. Listrik akan padam selama 7 hari. Akses internet mati. Persiapkan diri!” demikian bunyi klaim dalam unggahan tersebut.

Hingga Rabu (21/1/2026), unggahan itu telah viral hingga menuai beragam reaksi warganet. Sebagian mempertanyakan kebenaran informasi tersebut, sementara lainnya justru melontarkan kritik terhadap pemerintah.

Lantas, benarkah Indonesia akan mengalami pemadaman listrik total selama tujuh hari dan internet lumpuh akibat krisis global?

Dari penelusuran JatimTIMES, mulanya isu ini berkaitan dengan pernyataan Dharma Pongrekun dalam sebuah podcast yang ramai diperbincangkan awal 2026. Isu tersebut dikenal luas dengan istilah blackout atau darurat tujuh hari, yang disebut-sebut berpotensi menyebabkan listrik dan internet mati total.

Namun, narasi tersebut bukan berasal dari kebijakan resmi pemerintah. Pernyataan itu muncul dari podcast Dharma Pongrekun bersama Chrysansia Chitra Dewi, atau yang dikenal sebagai Chef Chitra.

Sebagai informasi, Komjen Pol (Purn) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.H. merupakan purnawirawan perwira tinggi Polri yang cukup dikenal di media sosial karena sering menyampaikan pandangan kritis terhadap pemerintah, isu global, teori konspirasi, hingga agenda dunia.

Dalam podcast yang disiarkan secara langsung pada Jumat (9/1/2026), Dharma menyebut kemungkinan terjadinya kondisi darurat secara tiba-tiba. Pada menit 1:24:50, ia menguraikan skenario terburuk yang bisa terjadi.

“Saya ingatkan, mulai kasih tahu, adek-adek kasih tahu orangtua untuk mempersiapkan keadaan darurat dadakan selama 7 hari. Bagaimana bertahan selama 7 hari, mulai dari listrik mati, ATM nggak bisa jalan, AC mati, kulkas juga mati berarti bahan makanan busuk, malam tidak ada lampu, air bersih tidak ada karena tergantung pada jet pump atau PDAM dan sebagainya. Mulai pikirkan dari sekarang, sebelum didadak, karena nanti akan terjadi panik,” ujar Dharma dalam podcast tersebut.

Pernyataan itu kemudian dipotong dan disebarkan dengan narasi tambahan seolah-olah krisis tersebut dipastikan terjadi akibat perang AS dan Iran.

Dalam podcast tersebut, Dharma memang menyinggung contoh sejumlah negara Eropa seperti Belanda dan Jerman yang telah menyiapkan panduan menghadapi kondisi darurat. Namun, tidak ada satu pun pernyataan yang menyebut pemadaman listrik disebabkan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Penelusuran juga menemukan laporan media yang menyebut adanya pemadaman listrik di Belanda. Salah satunya terjadi di Amsterdam pada Rabu (14/1/2026). Namun, pemadaman itu disebabkan ledakan di instalasi distribusi listrik di kawasan Marnixstraat, bukan akibat perang atau krisis geopolitik global.

Baca Juga : Pulihkan Asa Pascabanjir, Lembaga Kemanusiaan Teman Baik Bagi 100 Paket Makanan Bergizi untuk Korban Anak

Pemerintah Belanda memang sempat membagikan buku panduan bertahan hidup selama 72 jam tanpa listrik. Panduan tersebut bertujuan menghadapi kondisi darurat lokal, bukan karena ancaman konflik internasional.

Adapun pemadaman listrik dan pembatasan internet memang terjadi di Iran. Mengutip laporan CNBC Indonesia, pemerintah Iran menerapkan pemadaman listrik bergilir secara nasional sejak akhir 2024 hingga 2025 akibat krisis energi.

Selain itu, pembatasan internet dilakukan untuk mengendalikan komunikasi oposisi dan kelompok tertentu. Namun, kondisi tersebut bersifat lokal dan tidak berdampak langsung pada Indonesia.

Hingga kini, tidak ada keterangan resmi dari pemerintah Indonesia maupun PT PLN (Persero) yang menyebut akan terjadi pemadaman listrik nasional selama tujuh hari atau penghentian akses internet secara massal.

Penelusuran lebih lanjut juga tidak menemukan pernyataan kredibel dari lembaga negara yang mengonfirmasi klaim tersebut. Tidak ada peringatan darurat, kebijakan, maupun pengumuman resmi yang menyebut Indonesia berada dalam ancaman krisis listrik akibat konflik global.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Indonesia akan mengalami pemadaman listrik selama tujuh hari dan internet mati karena perang Amerika Serikat dan Iran tidak memiliki dasar fakta yang kuat.

Isu listrik padam tujuh hari dan internet lumpuh akibat krisis global merupakan hoaks dan menyesatkan. Pernyataan Dharma Pongrekun dalam podcast tidak berkaitan dengan konflik AS-Iran, melainkan bersifat imbauan umum agar masyarakat siap menghadapi kemungkinan kondisi darurat yang bisa terjadi kapan saja.

Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah, pernyataan resmi, maupun laporan kredibel yang menyebut Indonesia akan mengalami pemadaman listrik dan internet secara nasional akibat konflik global. Masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat menyaring informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.


Topik

Serba Serbi kondisi darurat listrik padam 7 hari dharma pongrekun



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri