Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Trump Provokasi Warga Iran: Teruslah Berdemo, Bantuan Akan Datang

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

14 - Jan - 2026, 09:03

Placeholder
Situasi panas di Iran yang mendapat dukungan dari Donald Trump. (Foto X)

JATIMTIMES - Situasi politik di Iran kian memanas seiring gelombang demonstrasi besar-besaran sejak akhir Desember. Aksi protes yang awalnya dipicu krisis ekonomi kini berkembang menjadi tuntutan terbuka untuk menggulingkan rezim ulama yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Di tengah ketegangan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada para demonstran Iran. Melalui akun Truth Social, Trump menyampaikan seruan bernada provokatif.

Baca Juga : Apakah Kampus Wajibkan Nilai TKA sebagai Syarat SNBP 2026? Ini Penjelasannya

 

“Para patriot Iran, TERUSLAH BERPROTES – KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA KALIAN! BANTUAN AKAN SEGERA DATANG,” tulis Trump dalam unggahannya, seperti dikutip Reuters, Rabu (14/1/2026).

Pernyataan ini langsung memicu perhatian dunia internasional karena dinilai sebagai bentuk dukungan langsung Amerika Serikat terhadap gerakan protes di Iran.

Trump juga mengklaim telah membatalkan seluruh rencana dialog dengan pejabat Iran sebagai respons atas tindakan keras terhadap demonstran.

Ia menyebut keputusan itu diambil sampai apa yang ia sebut sebagai “pembunuhan tanpa akal sehat” terhadap para pengunjuk rasa benar-benar dihentikan.

Saat ditanya oleh wartawan mengenai makna dari pernyataannya tentang “bantuan yang sedang dalam perjalanan”, Trump enggan memberi penjelasan detail. “Kalian harus mencari tahu sendiri,” ujar Trump singkat kepada wartawan.

Awal pekan ini, Trump juga mengumumkan kebijakan baru berupa tarif impor 25 persen bagi produk dari negara mana pun yang masih melakukan perdagangan dengan Iran. Ia menegaskan bahwa tekanan terhadap Teheran tidak akan berhenti di situ.

Trump bahkan membuka kemungkinan langkah militer lebih lanjut untuk menghukum Iran atas tindakan represifnya terhadap para demonstran.

Dalam wawancara terpisah dengan CBS News, Trump juga mengeluarkan peringatan keras jika Iran sampai mengeksekusi para demonstran dengan hukuman gantung.

“Saya belum mendengar tentang hukuman gantung. Jika mereka menggantungnya, Anda akan melihat beberapa hal. Kami akan mengambil tindakan yang sangat tegas jika mereka melakukan hal seperti itu,” kata Trump.

Baca Juga : Rial Iran Ambruk, Warga Turun ke Jalan Protes Biaya Hidup

 

Pernyataan ini menambah tensi antara Washington dan Teheran yang memang sudah berada di titik rendah.

Kekhawatiran dunia internasional semakin meningkat setelah laporan dari kelompok hak asasi manusia. Lembaga HAM Iran yang berbasis di Norwegia menyatakan bahwa hukuman gantung merupakan praktik yang umum di penjara-penjara Iran.

Sementara itu, kelompok HAM Kurdi Iran Hengaw melaporkan bahwa seorang pria berusia 26 tahun bernama Erfan Soltani, yang ditangkap terkait aksi demonstrasi di Kota Karaj, dijadwalkan akan dieksekusi pada Rabu 14 Januari.

Menurut laporan Reuters, pihak berwenang Iran disebut telah memberi tahu keluarga Soltani bahwa hukuman mati tersebut bersifat final, meski informasi ini belum dapat dikonfirmasi secara independen.

Demo Berawal dari Krisis Ekonomi, Kini Jadi Gerakan Politik

Aksi protes besar-besaran di Iran mulai pecah pada 28 Desember, dipicu oleh jatuhnya nilai mata uang dan memburuknya kondisi ekonomi. Namun dalam waktu singkat, tuntutan demonstran berkembang jauh melampaui persoalan ekonomi.

Kini, banyak peserta aksi secara terbuka menyerukan berakhirnya kekuasaan rezim ulama yang telah memimpin Iran selama lebih dari empat dekade.

Meski berada di bawah tekanan ekonomi, protes masal, dan tekanan internasional, hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda keretakan di tubuh elit keamanan dan militer Iran. Struktur kekuasaan utama masih bertahan, membuat masa depan krisis ini tetap sulit diprediksi.


Topik

Internasional



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy