JATIMTIMES – Tanggal 10 Januari 2026 bertepatan dengan Sabtu Pahing dalam penanggalan Jawa. Hari ini masuk Wuku Marakèh dengan neptu 18, bersamaan dengan 21 Rejeb 1959 Jawa dan 21 Rajab 1447 Hijriah.
Perpaduan weton dan wuku ini memperlihatkan gambaran pribadi yang kuat, berpengaruh, dan memiliki potensi dalam banyak bidang. Meski demikian, pengendalian emosi tetap menjadi kunci agar energi positif hari ini bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Baca Juga : Rating Meledak! 3 Drama Korea Ini Lagi Jadi Favorit Penonton, Buruan Kepoin
Sabtu Pahing dikenal sebagai weton dengan neptu tinggi, yakni 18. Karakternya identik dengan sosok multitalenta, berwibawa, serta mudah disegani lingkungan sekitar.
Pembawaannya cenderung percaya diri dan punya pengaruh kuat dalam pergaulan maupun pekerjaan.
Di balik kewibawaan tersebut, Sabtu Pahing juga memiliki sisi spontan. Mudah terkejut dan emosional bisa muncul dalam situasi tertentu, meski biasanya cepat reda dan tidak berlarut-larut.
Dalam hitungan pangarasan, Sabtu Pahing berada pada Lakuning Geni. Watak ini melambangkan semangat besar, keberanian, serta jiwa petarung. Sifatnya cenderung tegas dan berapi-api, namun tetap bisa dikendalikan bila mampu menjaga emosi.
Sosok dengan Lakuning Geni kerap tampil menonjol saat menghadapi tantangan. Keputusan diambil dengan cepat, selama tidak terburu-buru dan tetap mempertimbangkan dampaknya.
Sementara itu, Pancasuda Sabtu Pahing berada pada Satriya Wibawa. Maknanya, kewibawaan dan keluhuran martabat melekat kuat. Lingkungan sekitar cenderung menaruh hormat, terutama jika sikap adil dan konsisten terus dijaga.
Wuku Marakèh dilambangkan oleh Dewa Bathara Surènggana. Wataknya menggambarkan pribadi yang mampu menerima jalan hidup dengan lapang dada. Gedhong dipanggul melambangkan kemampuan menunjukkan anugerah yang dimiliki, meski tidak selalu secara terbuka.
Baca Juga : Keterbatasan Anggaran, Pemkab Malang Buka Peluang Investasi untuk Pengembangan Garam Tunnel
Simbol pohon trengguli menggambarkan kecenderungan menyukai ketenangan dan berpikir berbeda dari kebanyakan orang. Umbul-umbul terbalik menandakan keberuntungan yang sejatinya sudah dekat. Namun tetap perlu kehati-hatian dalam menerima masukan, karena tidak semua saran membawa arah yang benar.
Dalam tujuh hari Wuku Marakèh, terdapat pantangan untuk tidak bepergian jauh ke arah barat laut jika berkaitan dengan urusan penting.
Kabar baiknya, Sabtu Pahing di Wuku Marakèh dinilai sebagai hari yang mendukung untuk perjalanan jauh. Primbon Jawa menyebut hari ini membawa keselamatan selama perjalanan, sehingga cocok untuk bepergian dengan tujuan tertentu.
Dalam urusan pekerjaan, Sabtu Pahing dinilai selaras dengan dunia usaha, bidang kreatif seperti seni, desain, dan kepenulisan, hingga jasa dan konsultasi. Jiwa kepemimpinan, fleksibilitas, serta ambisi besar menjadi modal untuk berkembang.
Untuk urusan asmara, Sabtu Pahing disebut serasi dengan weton berneptu 10 atau 15, seperti Minggu Legi, Rabu Kliwon, Kamis Pon, Jumat Pahing, dan Selasa Pon. Perpaduan ini dipercaya mampu menyeimbangkan emosi dan menciptakan hubungan yang lebih harmonis, selama komunikasi dan pengertian tetap dijaga.
