Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Lingkungan

Kelestarian Mata Air Berada di Titik Kritis, Aktivis Desak Pemkot Batu Lakukan Kajian Mendalam Soal Krisis Hulu

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : A Yahya

26 - Jun - 2026, 16:54

Placeholder
Diskusi Sosio-Ekologi Hulu-Hilir bertajuk Greenation 2026 “Garis Hijau” yang digelar di Gedung Simon Stock, Kota Batu, Sabtu (27/6/2026).(Foto: Dokumen DLH Kota Batu)

JATIMTIMES – Kondisi kelestarian sumber mata air di kawasan hulu Kota Batu kini memerlukan perhatian dan penanganan yang sangat serius. Pasalnya, kelangsungan titik-titik air di wilayah hulu ini menjadi urat nadi utama bagi penopang kehidupan ekosistem masyarakat lokal hingga kawasan hilir di sekitarnya.

Krisis ekologi tersebut mengemuka dalam Diskusi Sosio-Ekologi Hulu-Hilir bertajuk Greenation 2026 “Garis Hijau” yang digelar di Gedung Simon Stock, Kota Batu, Sabtu (27/6/2026). Melalui pemutaran film dokumenter riset kolaboratif "Songgoriti", publik diperlihatkan secara telanjang mengenai dampak nyata alih fungsi ruang hidup akibat hantaman pembangunan proyek wisata.

Baca Juga : Gerbong Mutasi Kembali Bergulir, Wali Kota Eri Rotasi 57 Pejabat Pemkot Surabaya  

Perwakilan Komunitas Sapu Bersih Nyemplung Kali (Sabers Pungli), Herman Aga, menegaskan bahwa data pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi sumber daya air di Kota Batu sudah berada di tahap yang mengkhawatirkan. Menurutnya, persoalan ini bukan lagi sekadar urusan lingkungan di atas kertas, melainkan ancaman langsung bagi masa depan generasi mendatang.

“Kondisi mata air perlu menjadi perhatian bersama karena menyangkut masa depan masyarakat. Karena itu, diperlukan kajian yang lebih mendalam dan kolaborasi lintas sektor agar langkah yang diambil benar-benar tepat,” ujar Herman Aga, Kamis malam (25/6/2026).

Pandangan tersebut diperkuat oleh akademisi sosiologi Universitas Brawijaya, Anton Novianto. Anton memaparkan bahwa kerusakan alam di wilayah Songgoriti tidak pernah berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh perubahan cara pandang masyarakat dan orientasi ekonomi yang mengorbankan lanskap ruang hidup.

Merespons sorotan tajam tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni, menyatakan bahwa pihak pemerintah sangat terbuka terhadap evaluasi. Ia menegaskan bahwa birokrasi membutuhkan kontrol dari masyarakat sipil untuk memperbaiki kebijakan lingkungan.

“Pemerintah tidak anti kritik. Justru kami membutuhkan masukan, saran, dan perspektif dari masyarakat sebagai bagian dari proses perbaikan bersama selama disampaikan sesuai koridor konstruktif,” tegas Dian Fachroni.

Dian menambahkan, DLH Kota Batu kini sengaja merangkul komunitas, anak muda, hingga para pelaku seni dalam menyebarkan kesadaran lingkungan. Langkah partisipatif ini dinilai lebih ampuh menyentuh ruang sadar warga ketimbang pendekatan formal kedinasan yang kaku.

Baca Juga : Alarm Jurnalisme Era AI: Dari Ketergantungan Pers Mahasiswa Hingga Jebakan Halusinasi di Media Arus Utama

Puncak dari rangkaian komitmen ekologi ini diwujudkan melalui festival Greenation 2026 yang diisi dengan aksi nyata Jumat Bersih di Kali Kebo, pameran instalasi seni "Tanah Air" di Galeri Raos, hingga pemberian Anugerah Lingkungan Hidup.

Dikatakan Dian, Simbol "Garis Hijau" dalam agenda ini menjadi pengingat tegas bahwa setiap aktivitas pembangunan hari ini akan menentukan warisan alam bagi masa depan Kota Batu. Masyarakat diajak menyadari bahwa setiap tindakan kecil mulai dari menjaga kebersihan

sungai, mengurangi sampah, melindungi mata air, hingga menghidupkan ruang-ruang dialog dan seni merupakan bagian dari perjalanan panjang membangun Kota Batu yang lebih lestari dan berkelanjutan.

"Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga. Sebab pada akhirnya, lingkungan bukan hanya tentang alam yang kita tinggali, tetapi juga tentang nilai-nilai yang kita wariskan kepada generasi berikutnya." imbuhnya.


Topik

Lingkungan dian fachroni dlh kota malang herman aga film songgoriti songgoriti kota batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya

Lingkungan

Artikel terkait di Lingkungan