Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Tradisi Sedekah Bumi dan Pawai Taaruf 1 Muharram 1448 H, Wujud Syukur dan Gotong Royong Warga Kelurahan Ngadirejo

Penulis : Eko Arif Setiono - Editor : Nurlayla Ratri

16 - Jun - 2026, 09:35

Placeholder
Warga kelurahan Ngadirejo berebut gunungan palawija. (Foto : Eko Arif Setiono)

JATIMTIMES - Pergantian tahun baru Islam senantiasa menjadi momentum istimewa bagi umat Muslim. Terdapat berbagai tradisi menyambut 1 Muharram di berbagai daerah Indonesia, yang menjadi bukti bahwa ajaran Islam telah menjadi bagian dari sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

Sebagai negara dengan akar sejarah dan keragaman budaya yang sangat kaya, pergantian kalender Hijriah di nusantara sering kali disambut dengan ragam festival, ritual adat, dan perayaan lokal. Tradisi-tradisi ini tidak hanya merepresentasikan ungkapan syukur, tetapi juga menjadi potret akulturasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal.

Baca Juga : Puasa Tasu'a dan Asyura 2026 Kapan? Ini Jadwal, Keutamaan, dan Niat Lengkapnya

Seperti halnya yang dilakukan oleh warga Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kota Kediri. Ratusan warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur. Gunungan yang berisi aneka hasil bumi dan produk usaha masyarakat diarak mengelilingi wilayah kelurahan sebelum akhirnya menjadi rebutan warga sebagai bentuk harapan akan datangnya keberkahan.

Warga berkumpul di punden Kelurahan Ngadirejo.

Kepala Kelurahan Ngadirejo, Heru Sugianto mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sosial antar warga sekaligus menghidupkan kembali tradisi yang pernah berkembang di tengah masyarakat sebelum tahun 1960.

“Harapan kami, kegiatan yang baru pertama kali digelar kembali ini dapat mempererat kerukunan dan kebersamaan masyarakat Kelurahan Ngadirejo. Dalam sejarahnya, tradisi seperti ini pernah rutin dilaksanakan sebelum tahun 1965, kemudian lama vakum. Kini kami mencoba merintis kembali sebagai upaya nguri-uri budaya leluhur sekaligus memanjatkan doa agar masyarakat senantiasa diberikan kesejahteraan dan keberkahan,” ungkap Heru, Selasa (16/6/26).

Menurut Heru, gagasan untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut muncul dari berbagai diskusi bersama tokoh masyarakat dan para sesepuh yang masih mengingat pelaksanaan kegiatan serupa pada era 1960-an.

“Informasi dari para sesepuh menyebutkan tradisi ini pernah ada pada tahun 60-an. Karena itu kami berinisiatif menghidupkannya kembali sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus memperkuat persatuan warga,” katanya.

Seluruh elemen masyarakat Kelurahan Ngadirejo berkumpul di punden.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat. Gunungan yang menjadi ikon perayaan disusun dari berbagai sumbangan warga, khususnya para pedagang yang mendominasi mata pencaharian masyarakat Kelurahan Ngadirejo.

“Semua dikumpulkan dari masyarakat. Alhamdulillah para pedagang dan warga sangat mendukung kegiatan ini dengan menyedekahkan sebagian hasil usahanya sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT,” terangnya.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa gunungan yang diarak bukan sekadar simbol kemeriahan acara, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam. Hasil bumi berupa sayuran dan berbagai produk hasil industri yang menghiasi gunungan menggambarkan keberagaman profesi dan latar belakang masyarakat yang hidup berdampingan dalam harmoni.

“Maknanya adalah persatuan. Di sini ada hasil bumi dan barang-barang pabrikan yang menggambarkan berbagai elemen masyarakat. Tidak ada perbedaan kasta maupun jabatan, semuanya bersatu, saling menghormati, dan memiliki tujuan yang sama, yakni memohon keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” jelasnya.

Baca Juga : Ramalan Zodiak Selasa, 16 Juni 2026: Aries hingga Virgo, Saatnya Ambil Keputusan Penting

Sementara itu, Anggota Komisi A sekaligus Ketua Bapemperda Kota Kediri, Afif Fachrudin Wijaya, SE, mengapresiasi inisiatif masyarakat dan Pemerintah Kelurahan Ngadirejo yang berhasil menghidupkan kembali tradisi budaya yang sarat nilai kebersamaan tersebut.

Menurut Afif, peringatan 1 Muharram tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya dan penghormatan terhadap jasa para leluhur.

“Tujuan peringatan 1 Muharram ini adalah untuk nguri-uri budaya dan menghormati para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai kehidupan kepada kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga adab, menghargai sejarah, serta mempererat kebersamaan di Kelurahan Ngadirejo,” ujar Afif.

Ia menambahkan, kirab gunungan yang tahun ini digelar untuk pertama kalinya menjadi simbol kebangkitan tradisi yang diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Alhamdulillah, tahun ini untuk pertama kalinya kami mengadakan kirab gunungan yang dimulai dari Punden Setono dan berakhir di makam Kelurahan Ngadirejo. Harapan kami, kegiatan ini dapat semakin memperkuat kerukunan warga, menjaga suasana yang guyub dan harmonis, serta membawa kesehatan dan kelancaran bagi seluruh masyarakat. Semoga tradisi ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 500 peserta tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari lembaga kemasyarakatan kelurahan, tokoh masyarakat, kelompok pengajian, hingga warga dari berbagai lingkungan di Kelurahan Ngadirejo.

Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam peringatan 1 Muharram 1448 H, Kelurahan Ngadirejo tidak hanya menghidupkan kembali sebuah tradisi yang sempat terhenti selama puluhan tahun, tetapi juga memperkuat nilai-nilai persatuan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.


Topik

Peristiwa kediri sedekah bumi ngadirejo pawai 1 muharram



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Eko Arif Setiono

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa