Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Hari Tasyrik Tak Boleh Puasa, Ini Penjelasan Lengkap dan Dalilnya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

28 - May - 2026, 09:02

Placeholder
Ilustrasi Hari Tasyrik. (Foto: laman Islam Hari Ini)

JATIMTIMES - Setelah Hari Raya Idul Adha, umat Islam memasuki rangkaian Hari Tasyrik yang jatuh pada 11, 12, dan 13 Zulhijah. Pada hari-hari ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak zikir, makan, minum, serta menikmati hidangan kurban bersama keluarga dan kerabat. Karena itu, Hari Tasyrik termasuk waktu yang dilarang untuk berpuasa dalam Islam. Larangan tersebut berlaku setelah Idul Adha selesai dilaksanakan.

Adapun puasa memiliki sejumlah syarat sah. Salah satunya adalah dilakukan pada waktu yang memang diperbolehkan menurut syariat. Jika seseorang berpuasa pada waktu yang dilarang, maka puasanya tidak dianggap sah di hadapan Allah SWT.

Baca Juga : Ambil PIN SPMB Jatim 2026 Dimulai Hari Ini, Mulai Jam Berapa? 

Larangan puasa saat Hari Tasyrik didasarkan pada hadis Rasulullah SAW berikut:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

"Sesungguhnya hari itu (Tasyrik) adalah hari makan, minum, dan zikrullah." (HR Muslim)

Hadis tersebut menyimpulkan bahwa Hari Tasyrik merupakan waktu bagi umat Islam untuk menikmati makanan dan minuman serta memperbanyak mengingat Allah SWT, bukan untuk menahan diri dengan berpuasa.

Dalil lain juga menjelaskan hal serupa. Dari Uqbah bin Amir, Rasulullah SAW bersabda:

يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Latin: Yawmu 'Arafata wa yawmun-nahri wa ayyâmut-tasyriqi 'îdunâ ahlal-islâmi, wa hiya ayyâmu aklin wa syurbin.

Artinya: "Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum." (HR An-Nasa'i)

Baca Juga : Ramalan Zodiak 28 Mei 2026: Sagitarius Lebih Berani, Aquarius Dipenuhi Ide Kreatif

Karena itu, mayoritas ulama menyebut puasa pada Hari Tasyrik hukumnya haram.

Meski demikian, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait hukum puasa pada Hari Tasyrik dalam kondisi tertentu.

Sebagian ulama menyatakan hukumnya haram secara mutlak. Namun ada juga yang memberikan pengecualian, misalnya bagi jemaah haji yang belum mampu membayar dam sehingga diwajibkan berpuasa tiga hari selama pelaksanaan ibadah haji.

Dalam kondisi tersebut, sebagian ulama membolehkan puasa pada Hari Tasyrik karena adanya kebutuhan syar'i.

Selain Hari Tasyrik, ada beberapa waktu lain yang juga tidak diperbolehkan untuk menjalankan puasa. Berikut daftarnya:
• Hari Raya Idul Fitri
• Hari Raya Idul Adha
• Puasa sunnah yang dikhususkan hanya pada hari Jumat
• Puasa sunnah di paruh kedua bulan Syakban menurut sebagian ulama
• Hari syak, yakni satu atau dua hari menjelang Ramadan

Demikian penjelasan terkait mengapa Hari Tasyrik dilarang untuk berpuasa. Semoga informasi ini bermanfaat ya. 


Topik

Agama hari tasyrik iduladha larangan hari tasyrik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana