Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Ngaji, Ngopi, dan Gothic Metal Berpadu di Surabaya, Dakwah Menyentuh Komunitas Underground

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : A Yahya

11 - May - 2026, 16:51

Placeholder
Suasana kegiatan Ngaji Lan Ngopi Bareng Gothic Metal di Lidah Wetan, Surabaya.

JATIMTIMES – Suasana tak biasa terlihat di sebuah warung kopi kawasan Lidah Wetan, Surabaya. Puluhan pencinta musik gothic metal berkumpul dalam kegiatan bertajuk Ngaji Lan Ngopi Bareng Gothic Metal, sebuah forum pengajian yang dikemas santai dan menyasar komunitas underground.

Sekitar 80 peserta dari berbagai komunitas musik hadir dalam kegiatan rutin bulanan yang dipandu Habib Muhammad Assegaf. Dengan nuansa khas warung kopi, peserta mengikuti diskusi keagamaan sambil menikmati kopi, menciptakan ruang dialog yang hangat dan inklusif.

Baca Juga : Ekonomi Jatim Lampaui Nasional, Pansus LKPJ: Disparitas dan Kemiskinan Masih Jadi PR

Tak hanya pengajian, acara juga diisi penampilan dua band gothic metal, Innalillahi Gothic Metal dan Negatoria. Lantunan musik keras dengan vokal khas metal tetap menjadi daya tarik, namun dibalut pesan-pesan reflektif yang sarat makna spiritual.

Keyboardist Innalillahi Gothic Metal, Fredy Setyo Adi Wijaya, mengaku pengalaman ini menjadi yang pertama baginya. “Biasanya kami hanya tampil di konser. Ini pertama kali saya ikut ngaji sekaligus tampil. Pengalaman yang tak terlupakan, sekaligus meluruskan stigma bahwa musik gothic selalu identik dengan hal negatif,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Fredy menjelaskan, banyak lirik lagu gothic metal justru mengandung pesan religius, seperti tentang kematian, keesaan Tuhan, hingga kritik terhadap keserakahan. “Salah satu lagu kami berjudul Tuhan Tak Akan Pernah Mati. Pesannya jelas, selain Tuhan semuanya akan musnah. Ini pengingat agar manusia tidak terlena dunia,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Andi Wahyudi dari band Negatoria. Ia menilai, selama ini masyarakat belum sepenuhnya memahami esensi musik gothic metal yang mereka bawakan. “Banyak lagu kami berbicara tentang kehidupan, akhir zaman, hingga kritik sosial. Tapi memang disampaikan dengan gaya underground yang tidak semua orang pahami,” katanya.

Keduanya sepakat, kolaborasi antara pengajian dan komunitas musik metal menjadi ruang positif untuk memperdalam pemahaman agama. “Kami ingin ke depan bisa menggelar pengajian dengan jamaah dari komunitas kami sendiri, agar teman-teman yang belum memahami agama bisa belajar bersama,” tambah Fredy, diamini Andi.

Baca Juga : Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sementara itu, Habib Muhammad Assegaf menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang. “Semua punya hak belajar agama. Dakwah harus hadir di tengah siapa pun, termasuk komunitas musik metal. Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman, santai, dan penuh persaudaraan,” ujarnya.

Dalam pengajian tersebut, peserta diajak berdiskusi tentang kehidupan, toleransi, serta nilai-nilai keislaman dengan pendekatan ringan yang mudah diterima anak muda.

Kegiatan Ngaji Lan Ngopi Bareng Gothic Metal pun mendapat respons positif dari masyarakat. Selain menjadi wadah silaturahmi, forum ini dinilai efektif menghapus stigma negatif terhadap komunitas pecinta musik metal sekaligus menghadirkan wajah dakwah yang lebih inklusif dan adaptif.


Topik

Peristiwa surabaya Ngaji Lan Ngopi Bareng Gothic Metal fredy setyo adi wijaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

A Yahya