Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

May Day Malang Bergemuruh, Gigs Hardcore Punk Turun ke Jalan Lawan Pembungkaman

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

01 - May - 2026, 17:42

Placeholder
Massa aksi demo pada Mayday 2026 didepan Balai Kota Malang. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Balai Kota Malang, Jumat (1/5/2026), berubah menjadi lebih dari sekadar aksi orasi dan bentangan spanduk tuntutan. Jalanan mendadak menjelma panggung terbuka. Distorsi gitar meraung, dentuman drum menghentak, sementara lirik-lirik keras menggantikan pengeras suara formal. Musik benar-benar turun ke aspal, membawa satu pesan tegas, melawan.

Sejumlah kolektif musik dari skena hardcore dan punk ambil bagian langsung dalam aksi tersebut. Nama-nama seperti Hektar, Glich, DC Threat hingga The Reackless tampil di tengah massa, menyatu dengan buruh dan mahasiswa yang turun ke jalan.

Baca Juga : May Day 2026, Khusnul Khuluk DPRD Jatim Soroti Ancaman PHK dan Upah yang Tergerus Inflasi

Kehadiran mereka bukan sekadar hiburan penyela aksi. Lebih dari itu, pertunjukan tersebut menjadi bentuk perlawanan terbuka terhadap apa yang mereka nilai sebagai semakin sempitnya ruang berekspresi di ruang publik.

Salah satu performer, Ciwen Ilusi, menegaskan bahwa aksi panggung di tengah demonstrasi ini merupakan respons atas kondisi ruang publik yang dinilai kian terbatas.

“Teman-teman dari berbagai kolektif memang sengaja ngumpul di May Day ini. Kita ingin mengembalikan ruang publik sebagai tempat aspirasi. Biasanya gigs kita di ruang tertutup, sekarang kita bawa ke jalan,” ujar Ciwen, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, kebebasan bersuara saat ini tidak lagi seleluasa dulu. Bahkan untuk menggelar acara musik, kata dia, kerap dihadapkan pada prosedur perizinan yang berbelit.

“Isu besarnya jelas, kebebasan bersuara. Sekarang bikin acara saja dipersulit. Maka di sini kita bawa pesan: ruang publik itu milik bersama, bukan untuk dibatasi,” ungkapnya.

Aksi ini menjadi pengalaman pertama bagi kolektif tersebut menggelar gigs langsung di jalan saat demonstrasi berlangsung. Meski terbilang baru dalam format, para musisi yang terlibat merupakan bagian dari jaringan kolektif independen yang selama ini aktif di ruang-ruang alternatif.

Respons massa aksi pun terbilang positif. Kehadiran musik keras di tengah demonstrasi justru mendapat apresiasi dari berbagai elemen yang terlibat.

“Tanggapannya luar biasa. Kita diapresiasi, diberi ruang. Karena semua sadar, May Day ini milik semua elemen,” katanya.

Baca Juga : Peringatan Hari Buruh 2026 di Situbondo Diisi Dialog dengan Forkopimda, Angkat Persoalan UMK dan Hak Pekerja

Seluruh peralatan musik yang digunakan dalam aksi tersebut dihimpun secara swadaya. Tidak ada dukungan sponsor maupun panggung megah, hanya mengandalkan solidaritas antar kolektif.

“Semua patungan. Alat dari berbagai kelompok kita kumpulin jadi satu,” imbuhnya.

Meski terlihat spontan, konsep “gigs di jalan” ini telah dipersiapkan, meski dalam waktu relatif singkat. Sekitar sepekan sebelum peringatan May Day, para kolektif mulai mematangkan rencana tersebut.

Di tengah tensi demonstrasi yang kerap identik dengan ketegangan, dentuman musik justru menghadirkan medium baru yang lebih ekspresif, liar, sekaligus jujur. Di Kota Malang, May Day tahun ini tidak hanya berbicara soal tuntutan buruh, tetapi juga tentang upaya merebut kembali ruang publik dengan cara yang tak biasa.

“Semua kita agendakan sedikit mendadak dan kita ramaikan aksi kali ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Zaki, menyebut kehadiran musik perlawanan turut membawa energi baru dalam jalannya demonstrasi. “Selain orasi kita juga mendengarkan musik dari kawan kawan kolektif,” ucapnya.


Topik

Peristiwa kota malang may day hari buruh internasional gigs di jalan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa