Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Trump Tunda Serangan, Iran Buka Selat Hormuz 2 Pekan untuk Jalur Damai dengan AS

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

08 - Apr - 2026, 08:22

Placeholder
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Getty Images)

JATIMTIMES - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran untuk sementara mereda. Teheran akhirnya membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz selama dua minggu, setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan menunda serangan militer yang sebelumnya disebut akan dilancarkan.

Langkah ini menjadi sinyal baru terbukanya ruang diplomasi di tengah konflik yang sempat memanaskan kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga : Harga Avtur Melonjak 70 Persen, Tiket Pesawat Naik Berapa?

Pemerintah Iran menyebut pembukaan akses maritim tersebut akan dimanfaatkan untuk proses perundingan dengan Washington guna mencari jalan keluar atas konflik yang sedang berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz akan dibuka dengan pengawasan dan koordinasi militer.

"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/4/2026).

Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu jalur laut paling strategis di dunia. Sebagian besar distribusi minyak global melintasi kawasan tersebut, sehingga setiap gangguan langsung berdampak pada harga energi dunia.

Iran memastikan pembicaraan dengan Amerika Serikat akan dimulai pada Jumat mendatang di Islamabad, Pakistan.

Negosiasi itu dijadwalkan berlangsung selama dua minggu, namun masih terbuka peluang untuk diperpanjang apabila kedua pihak sepakat. Hal tersebut juga disampaikan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran dalam pernyataan terpisah. "Diperpanjang atas kesepakatan bersama para pihak," tuturnya.

Pemilihan Islamabad sebagai lokasi perundingan disebut tak lepas dari peran Pakistan yang ikut mendorong upaya deeskalasi antara kedua negara.

Sebelumnya, Donald Trump mengumumkan keputusan menangguhkan serangan ke Iran selama dua minggu. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan akun resmi Gedung Putih di platform X.

Baca Juga : Dishub Magetan Uji Coba Jalur Satu Arah di Pusat Kota, Ini Rute Barunya

Dalam keterangannya, Trump menyebut keputusan tersebut diambil setelah berbicara dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir.

Ia juga menyampaikan syarat penundaan serangan, yakni Iran harus membuka Selat Hormuz secara penuh dan aman.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" kata Trump.

Pernyataan itu langsung menjadi sorotan dunia karena sebelumnya ancaman serangan dari Washington disebut tinggal menunggu waktu. Bahkan Trump menyebut akan menghancurkan Iran dalam 4 jam. 

Trump juga menyebut peluang tercapainya kesepakatan damai jangka panjang dengan Iran kini semakin dekat.
Menurutnya, Amerika Serikat telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai cukup kuat sebagai dasar negosiasi.

"Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan," tandas Trump.


Topik

Internasional perang iran iran vs amerika selat hormuz



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri