JATIMTIMES - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah serangan udara Israel menghantam sebuah gedung apartemen di Lebanon. Insiden tersebut dilaporkan terjadi di wilayah perbukitan Ain Saadeh, yang berada di sebelah timur ibu kota Beirut, dan mengakibatkan korban jiwa dari kalangan sipil.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan tiga orang, termasuk dua perempuan. Selain itu, tiga warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat dampak serangan.
Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat untuk Pembangunan Gedung SR Permanen
“Serangan udara musuh Israel di perbukitan Ain Saadeh menewaskan tiga warga sipil, termasuk dua wanita, dan melukai tiga lainnya,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari AFP, Senin (6/4/2026).
Sebelumnya, serangan udara Israel juga menghantam kawasan kota pesisir Tyre, Lebanon. Dalam peristiwa tersebut, sebuah rumah sakit mengalami kerusakan cukup parah.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan sedikitnya 11 orang terluka akibat serangan tersebut. Meski mengalami kerusakan, pihak rumah sakit memastikan pelayanan medis tetap berjalan.
Direktur Rumah Sakit Lebanon-Italia, seperti dilaporkan kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), menegaskan bahwa fasilitas tersebut akan tetap beroperasi.
Rumah sakit itu diketahui mengalami kerusakan pada bagian jendela serta plafon yang runtuh akibat getaran ledakan di sekitar area.
Tak hanya itu, dua bangunan di dekat lokasi juga dilaporkan hancur, memperparah kondisi di wilayah tersebut.
Serangan di Tyre bukan terjadi sekali. Pada Sabtu (4/4/2026), beberapa titik di kota tersebut menjadi sasaran, termasuk area pelabuhan. Salah satu serangan bahkan mengenai sebuah perahu kecil dan menyebabkan kerusakan pada kapal-kapal lain yang berada di sekitarnya.
Baca Juga : Ribuan Jemaat di Kabupaten Malang Ikuti 119 Kegiatan Ibadah Minggu Paskah
Situasi ini membuat ribuan warga memilih meninggalkan kota. Meski demikian, diperkirakan sekitar 20.000 orang masih bertahan di Tyre, termasuk sekitar 15.000 pengungsi dari desa-desa sekitar.
Pihak Israel sendiri telah mengeluarkan peringatan evakuasi yang mencakup sebagian besar wilayah Tyre dan Lebanon selatan, seiring meningkatnya intensitas serangan.
Serangan yang terus berlanjut ini terjadi setelah kelompok Hizbullah ikut terlibat dalam konflik di Timur Tengah untuk mendukung Iran sejak awal Maret lalu. Sejak saat itu, Israel meningkatkan operasi militernya, termasuk serangan udara dan pergerakan pasukan darat di wilayah selatan Lebanon.
Selain serangan, laporan dari NNA juga menyebutkan adanya insiden penculikan oleh pasukan Israel terhadap seorang pria di wilayah Shebaa, dekat perbatasan Lebanon-Israel, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Situasi di Lebanon hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan risiko korban sipil yang terus meningkat di tengah eskalasi konflik yang semakin luas.
