Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Review One Piece Season 2: Live Action Netflix: Layak Ditonton Penggemar Lama atau Baru 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Mar - 2026, 10:42

Placeholder
Para pemain musim kedua serial live action One Piece. (Foto: Netflix)

Artikel ini mengandung spoiler.

JATIMTIMES - Musim kedua serial live action One Piece akhirnya resmi tayang di Netflix mulai 10 Maret 2026. Delapan episode yang dirilis sekaligus langsung mendapat banyak ulasan positif dari kritikus film. 

Dalam ulasan yang dikutip dari IGN Asia Tenggara pada Rabu (11/3/2026), musim kedua bahkan disebut sebagai pencapaian besar bagi adaptasi live action dari manga legendaris karya Eiichiro Oda tersebut.

Baca Juga : One Piece Season 2 Banjir Pujian dari Kritikus: Lebih Besar, Seru, dan Ambisius dibanding Musim Pertama

Menurut ulasannya, serial ini berhasil menangkap dunia One Piece yang penuh imajinasi tanpa kehilangan keseruan khas versi aslinya.

Salah satu karakter yang paling mencuri perhatian di musim kedua adalah Tony Tony Chopper, dokter kru Topi Jerami yang juga seekor rusa berbicara.
Karakter ini sempat mengkhawatirkan bagi penggemar, karena tampilannya dianggap sulit diwujudkan dalam format live action.

Namun hasilnya justru mengejutkan banyak pihak. “Pertama-tama kita perlu menegaskan satu hal, tidak ada alasan untuk khawatir tentang Tony Tony Chopper, karena dokter kesayangan Bajak Laut Topi Jerami ini tampil sempurna,” tulis ulasan IGN.

Karakter rusa yang bisa berbicara dan berubah bentuk itu dinilai berhasil diwujudkan dengan efek visual yang sangat baik.

“Efek visualnya terlihat luar biasa, dan cara Chopper bergerak, bertingkah, serta berinteraksi dengan karakter lain membuatnya terasa seperti benar-benar hidup di dunia serial ini,” tulis ulasan tersebut.

Bahkan karakter ini disebut sebagai salah satu tokoh paling menggemaskan di tahun 2026. “Dengan suara dari Mikaela Hoover, Chopper menjadi karakter paling menggemaskan tahun ini, sekaligus sosok yang mampu membuat penonton tersentuh.” katanya. 

Tak hanya Chopper, musim kedua juga menghadirkan berbagai elemen visual yang jauh lebih spektakuler dibanding musim pertama.

Serial ini memperkenalkan berbagai makhluk dan lokasi baru yang sebelumnya hanya terlihat di manga.
Penonton akan melihat raksasa, paus raksasa, dinosaurus, hingga adegan unik seperti berang-berang yang menunggangi burung nasar saat bertarung. 

Semua elemen tersebut disebut terasa seperti langsung diambil dari halaman manga One Piece.

Selain itu, desain kostum dan rambut karakter manusia juga dinilai berhasil menemukan keseimbangan antara gaya realistis dan nuansa kartun yang menjadi ciri khas cerita.

Untuk diketahui, di musim kedua ini, cerita lebih berfokus pada petualangan Monkey D. Luffy dan kru Topi Jerami yang akhirnya memasuki wilayah Grand Line.

Di sana mereka langsung terlibat konflik dengan organisasi kriminal besar bernama Baroque Works.

Baca Juga : Ahmad Irawan Dorong Dialog Konstitusional DPR-MK Bahas Desain Pemilu Kedepan

Berbagai kota dan pulau yang muncul di musim ini juga terasa lebih hidup. Salah satu yang paling menonjol adalah Loguetown, yang dipenuhi detail sejarah dan budaya sehingga dunia cerita terasa lebih nyata.

Musim kedua juga memberikan ruang lebih bagi karakter lain di kru Topi Jerami. Misalnya Roronoa Zoro yang digambarkan masih trauma setelah hampir terbunuh oleh pendekar laut Dracule Mihawk pada musim pertama.

Ia harus berjuang memulihkan kepercayaan dirinya, sehingga perkembangan karakter terasa lebih kuat.

“Setiap anggota kru mendapat momen penting di musim ini, yang membuat setiap karakter terasa penting dan tidak tergantikan,” tulis IGN.

Salah satu perubahan besar yang dilakukan pada serial ini adalah cara penceritaannya yang lebih linear dibanding manga atau anime.
Beberapa peristiwa bahkan ditampilkan lebih awal daripada versi aslinya.

Misalnya pertemuan antara Gol D. Roger dan Monkey D. Garp sebelum eksekusi Raja Bajak Laut tersebut. Keputusan ini mungkin memicu perdebatan di kalangan penggemar manga, tetapi dinilai membantu memperluas dunia cerita dalam versi live action.

Kesimpulannya, IGN menyebut musim kedua One Piece sebagai pencapaian luar biasa bagi adaptasi manga ke format live action.

“One Piece Season 2 tidak kurang dari sebuah keajaiban. Serial ini berhasil menangkap dunia manga Eiichiro Oda yang absurd dan penuh warna tanpa kehilangan keseruan saat diadaptasi ke live action,” tulis ulasan tersebut.

Dengan desain produksi besar, kostum yang detail, serta efek visual memukau, musim kedua disebut sebagai petualangan besar yang layak ditonton.

Meski beberapa keputusan cerita mungkin memicu perdebatan bagi penggemar manga, serial ini tetap menawarkan pengalaman menonton yang segar, baik bagi penggemar lama maupun penonton baru.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya One Piece One Piece Season 2 One Piece 2 Live Action Season 2 Review One Piece 2



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya