JATIMTIMES - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya akan terus melanjutkan perang melawan Iran. Ia juga mengklaim Israel telah menyiapkan strategi khusus yang disebutnya sebagai “rencana penuh kejutan” untuk melemahkan pemerintahan di Teheran.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari kantor berita Anadolu Agency pada Senin (9/3/2026), Netanyahu menyebut Israel akan terus melanjutkan operasi militernya dengan kekuatan penuh.
Baca Juga : Bupati Nanik Ajukan Raperda Strategis: Toko Swalayan di Magetan Wajib Wadahi Produk UMKM
Menurutnya, kemenangan dalam perang tidak hanya bergantung pada strategi, tetapi juga pada tekad yang kuat.
“Kita terus maju dengan kekuatan penuh. Perang dimenangkan dengan inisiatif dan strategi, tetapi fondasi pertama kesuksesan adalah tekad,” ujar Netanyahu.
Netanyahu juga mengungkapkan bahwa pemerintah Israel telah menyiapkan langkah-langkah yang dirancang untuk menggoyahkan kekuasaan pemerintah Iran.
Ia menyebut rencana tersebut mencakup berbagai strategi yang tidak akan diungkapkan secara rinci kepada publik.
“Mengenai apa yang akan kita lakukan selanjutnya di Iran: kita memiliki rencana yang terorganisir dengan banyak kejutan untuk menggoyahkan rezim dan memungkinkan terjadinya perubahan,” kata Netanyahu.
Ia menambahkan bahwa Israel memiliki sejumlah target lainnya, tetapi menolak memberikan detail lebih lanjut mengenai rencana tersebut.
Dalam pernyataannya, Netanyahu juga memberikan peringatan langsung kepada anggota Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Ia meminta para anggota IRGC untuk meletakkan senjata jika tidak ingin menghadapi konsekuensi dari serangan Israel.
“Kepada para anggota Garda Revolusi, saya hanya mengatakan ini: kalian juga menjadi target. Siapa pun yang meletakkan senjatanya tidak akan menghadapi bahaya. Tetapi siapa pun yang tidak melakukannya akan membayar harganya,” tegas Netanyahu.
Selain menyampaikan pesan kepada militer Iran, Netanyahu juga menyampaikan pernyataan kepada masyarakat Iran.
Ia mengatakan bahwa rakyat Iran memiliki peran penting dalam menentukan masa depan negara mereka.
Netanyahu kembali menyerukan agar masyarakat Iran berani mengambil langkah untuk membebaskan diri dari apa yang ia sebut sebagai pemerintahan yang menindas.
Baca Juga : Pemkot Malang Siapkan Regulasi Ducting Kabel, Investor Asal Daerah Mulai Ajukan FS
“Kepada rakyat Iran, saya katakan bahwa saya telah berbicara kepada Anda dan untuk Anda selama beberapa dekade. Momen kebenaran semakin dekat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Israel tidak berniat menghancurkan Iran sebagai sebuah negara.
Menurutnya, tujuan Israel adalah membebaskan Iran dari pemerintahan saat ini dan membuka jalan menuju hubungan damai di masa depan.
“Kami tidak berusaha memecah belah Iran. Kami ingin Iran bebas dan hidup berdampingan secara damai. Namun pada akhirnya, pembebasan dari belenggu tirani akan bergantung pada Anda, rakyat Iran yang berani,” kata Netanyahu.
Ia bahkan menyatakan keyakinannya bahwa suatu hari nanti Israel dan Iran bisa kembali menjalin hubungan persahabatan.
Konflik Israel–Iran Memanas
Ketegangan antara Israel dan Iran meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir. Israel bersama sekutunya, Amerika Serikat, melancarkan serangkaian serangan besar ke wilayah Iran sejak 28 Februari 2026.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Setelah kematian Khamenei, Iran mengumumkan bahwa putranya, Mojtaba Khamenei, telah ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi yang baru.
Hingga saat ini, Netanyahu belum memberikan tanggapan resmi terkait penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang menggantikan ayahnya.
