Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Jasa Tukar Uang Baru Mulai Menjamur, Biaya Layanan Rp 15 Ribu Per Gepok Tetap Diserbu Warga

Penulis : Basworowati Prasetyo Nugraheni - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

08 - Mar - 2026, 13:29

Placeholder
Jasa Penukaran Uang Baru Mulai Menjamur

JATIMTIMES – Meski Lebaran masih beberapa pekan lagi, fenomena jasa penukaran uang baru mulai menjamur di berbagai sudut jalan strategis. Pantauan di lapangan menunjukkan, para penyedia uang "licin" ini mulai menggelar lapak musiman, menawarkan pecahan Rp 2.000 hingga Rp 20.000 yang masih terbungkus segel plastik.

Meskipun masyarakat harus membayar biaya jasa sebesar Rp 115.000 per Rp 100.000 (selisih 15%), antusiasme warga tidak surut. Harga yang lebih tinggi dari nilai nominal ini dianggap bukan masalah demi mendapatkan uang baru untuk tradisi "salam tempel" atau angpao Lebaran.

Baca Juga : Intervensi Harga Jelang Lebaran, Diskumperindag Batu Siapkan 3.000 Voucher Diskon di Pasar Induk Among Tani

Keresahan terkait mahalnya biaya jasa ini salah satunya dirasakan oleh Mbah Sofi (72). Warga lansia ini mengaku terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan uang pecahan baru untuk dibagikan kepada cucu-cucunya saat Lebaran nanti.

"Buat saya ini mahal sekali, uang seratus ribu jadinya cuma dapat segini, harus membayar 15.000. Saya tidak tahu di mana lagi bisa menukar uang yang resmi. Kalau ke bank jauh dan saya tidak mengerti caranya, jadi ya terpaksa beli di sini saja yang penting praktis," pungkasnya. 

Faktor kepraktisan menjadi magnet utama. Berbeda dengan penukaran resmi di bank yang memerlukan antrean panjang atau reservasi melalui aplikasi PINTAR BI, jasa di pinggir jalan menawarkan kecepatan.

"Kalau di bank harus antre dan kuotanya terbatas. Di sini tinggal berhenti sebentar, bayar selisihnya, langsung dapat uang baru. Lebih efisien waktu," ungkap Adit salah satu warga yang membeli uang baru. 

Di sisi lain, para penjual uang baru justru memprediksi permintaan akan melonjak tajam dalam waktu dekat. Tomi, salah satu penyedia jasa penukaran uang yang mangkal di depan StaSIUN Magetan ini , menyebutkan bahwa puncak keramaian biasanya terjadi tepat setelah Tunjangan Hari Raya (THR) cair.

"Sekarang memang masih Rp15.000 tambahannya per seratus ribu, tapi nanti kalau sudah mendekati Lebaran dan THR cair, harganya pasti naik lagi karena stok makin tipis," jelas Tomi.

Ia menambahkan, berkaca pada pengalaman tahun lalu, biaya jasa bahkan bisa menembus angka yang cukup fantastis. "Tahun kemarin saja bisa sampai Rp 25.000 per seratus ribu pas sudah mepet Lebaran. Jadi sekarang ini sebenarnya masih hitungan murah," imbuhnya.

Namun, di balik kemudahan ini, masyarakat diminta waspada terhadap risiko uang palsu dan uang mutilasi (uang asli yang disambung dengan uang palsu). Selain itu, modus "selisih hitung" di mana jumlah lembaran di tengah bendel dikurangi sering kali menja

Baca Juga : Dampak Perang Timur Tengah Meluas: Logistik Tersendat, Buyer Tekan Eksportir Furnitur dengan Permintaan Diskon

Agar tidak tertipu saat bertransaksi di jalanan, pastikan Anda melakukan pengecekan 3D berikut ini:

Dilihat: Pastikan warna uang terang dan tidak kusam. Perhatikan benang pengaman yang berubah warna saat dimiringkan (khusus emisi 2022).

Diraba: Uang asli memiliki tekstur kasar pada bagian angka nominal, gambar pahlawan, dan tulisan "NKRI". Jika terasa licin seperti kertas HVS, patut dicurigai palsu.

Diterawang: Lihat gambar pahlawan (watermark) dan logo BI (rectoverso) yang harus terlihat utuh dan presisi saat diarahkan ke cahaya.

Selalu buka segel plastik dan hitung ulang lembar demi lembar di depan penjual sebelum Anda meninggalkan lokasi. Jangan mudah tergiur dengan kemasan yang rapi namun isinya tidak sesuai jumlah.


Topik

Ekonomi Penukaran Uang serambi uang baru lebaran hari raya idul fitri magetan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Basworowati Prasetyo Nugraheni

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi