Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Dampak Perang Timur Tengah Meluas: Logistik Tersendat, Buyer Tekan Eksportir Furnitur dengan Permintaan Diskon

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

07 - Mar - 2026, 20:03

Placeholder
Direktur Utama CV Aumerita Anggun, Audi Pratama (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel, mulai dirasakan pelaku usaha ekspor dari Malang. Salah satu sektor yang terdampak adalah eksportir furnitur. Dampak awal yang muncul bukan pada produksi, melainkan pada semakin terbatasnya jadwal pengiriman kontainer ke pasar internasional dan juga permintaan diskon dari buyer.

Direktur Utama CV Aumerita Anggun, Audi Pratama, mengatakan situasi geopolitik tersebut mulai memengaruhi rantai logistik ekspor, terutama untuk pengiriman ke Amerika Serikat dan Eropa yang selama ini menjadi pasar utama produk furnitur dari perusahaannya.

Baca Juga : Bazar Pangan Ramadan BI Kediri, Mbak Wali: Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok

“Yang paling terasa saat ini adalah jadwal vessel atau pengiriman kontainer ke negara tujuan menjadi lebih langka dibandingkan sebelumnya,” kata Audi saat ditemui usai sebuah kegiatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Malang, Sabtu, (7/3/2026).

Perusahaan yang dipimpinnya bergerak di sektor manufaktur furnitur, khususnya produk outdoor furniture yang banyak dipasarkan ke luar negeri. Sekitar 75 persen produknya dikirim ke Amerika Serikat, sementara sisanya dipasarkan ke sejumlah negara di Eropa.

Dengan komposisi pasar yang didominasi ekspor, perubahan situasi global otomatis menjadi perhatian serius. Kelangkaan jadwal kapal pengangkut barang berpotensi memperlambat distribusi dan meningkatkan biaya logistik.

Menurut Audi, kondisi tersebut bisa menjadi persoalan yang lebih besar apabila konflik berkepanjangan. Ia memperkirakan dampak lanjutan yang mungkin muncul adalah kenaikan harga bahan baku dari para pemasok.

“Kalau konflik ini berlanjut, kemungkinan besar akan ada kenaikan harga material dari supplier. Itu yang kami khawatirkan ke depan,” ujarnya.

Di sisi lain, tekanan juga datang dari pembeli di luar negeri. Kenaikan biaya pengiriman membuat para buyer cenderung meminta harga yang lebih rendah dari pihak manufaktur agar harga jual di pasar tetap kompetitif.

Audi menjelaskan, para pembeli biasanya tidak bersedia menaikkan harga jual produk meskipun biaya pengiriman meningkat. Akibatnya, produsen sering diminta melakukan penyesuaian harga atau perubahan spesifikasi produk agar tetap sesuai dengan harga yang diinginkan pasar.

Baca Juga : Pemkot Batu Mulai Berlakukan Denda Berjenjang bagi Perokok di KTR Area Taman

“Biasanya buyer akan meminta penurunan harga. Kalau biaya shipment naik, mereka tidak mau menaikkan harga jual. Jadi manufaktur diminta memberi diskon atau melakukan penyesuaian spesifikasi supaya harganya bisa lebih murah,” katanya.

Perusahaan yang dipimpinnya selama ini mampu mengirim furnitur dalam jumlah besar setiap bulan, terutama ketika memasuki musim permintaan tinggi. Dalam periode tersebut, pengiriman bisa mencapai 120 hingga 150 kontainer per bulan.

“Kami memang spesialis di outdoor furniture. Kalau sedang high season, pengiriman bisa mencapai 120 sampai 150 kontainer per bulan,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian global, para pelaku usaha ekspor seperti Audi kini memilih bersikap waspada. Konflik geopolitik yang jauh dari Indonesia ternyata tetap mampu menimbulkan efek domino bagi industri manufaktur yang bergantung pada pasar luar negeri.

Jika ketegangan di Timur Tengah terus meningkat, sektor ekspor furnitur nasional berpotensi menghadapi tekanan ganda, mulai dari lonjakan biaya logistik hingga kenaikan harga bahan baku. Bagi para produsen, menjaga efisiensi produksi dan fleksibilitas harga menjadi kunci agar tetap mampu bertahan di pasar internasional. "Ya kami berharap semua segera selesai dan pulih, sehingga perekonomian bisa kembali bergerak normal," pungkasnya.


Topik

Ekonomi perang iran amerika israel eksportir funiture hipmi kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi