JATIMTIMES - Warga Jawa Timur diminta waspada. Dalam 10 hari ke depan, potensi cuaca ekstrem diprakirakan masih melanda puluhan kabupaten/kota di Jatim dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung hingga hujan es.
Peringatan ini diperingatkan BMKG Juanda untuk periode 1-10 Maret 2026, sebagaimana dilansir dari Instagram resminya, Senin (2/3/2026).
Baca Juga : Nabeez, Minuman Favorit Rasulullah yang Bantu Cegah Lemas Saat Puasa Ramadan: Begini Cara Buatnya
Adapun wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem meliputi:
Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Malang, Kab. Lumajang, Kab. Jember, Kab. Banyuwangi, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, Kab. Probolinggo, Kab. Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kab. Mojokerto, Kab. Jombang, Kab. Nganjuk, Kab. Madiun, Kab. Magetan, Kab. Ngawi, Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. Lamongan, Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, Kab. Sumenep, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu.
BMKG menyebut, saat ini sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Namun justru pada masa pancaroba ini potensi cuaca ekstrem cenderung meningkat.
Dalam keterangannya, BMKG Juanda menjelaskan peningkatan cuaca ekstrem dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer.
“Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” tulis BMKG Juanda dalam imbauannya.
Potensi tersebut dipicu oleh gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), Low Frequency, dan Gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut di perairan selatan Jatim masih cukup signifikan serta kondisi atmosfer lokal yang labil.
"Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang," demikian keterangan BMKG.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak.
Baca Juga : Ramalan Keuangan 2 Maret 2026: Siapa Zodiak Paling Hoki Soal Uang Hari Ini?
“BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan,” tulisnya.
Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diminta lebih siaga terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang hingga berkurangnya jarak pandang.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau kondisi cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI di laman resmi BMKG Juanda serta mengikuti informasi peringatan dini 3 harian maupun peringatan dini 2-3 jam ke depan yang rutin dibagikan melalui kanal resmi BMKG.
Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem di masa peralihan musim ini, warga di 38 wilayah Jawa Timur diminta tidak lengah dan selalu memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan. Semoga informasi ini membantu.
