Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Air Kelapa Sisa Berbuka Kemarin Masih Ada, Aman Diminum atau Sebaiknya Dibuang?

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

24 - Feb - 2026, 12:56

Placeholder
Air kelapa muda. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Berbuka puasa rasanya kurang lengkap tanpa segelas air kelapa dingin. Rasanya segar, manis alami, dan bikin badan terasa kembali “hidup” setelah seharian menahan haus. Selain itu, air kelapa memang dikenal mengandung elektrolit seperti kalium dan magnesium yang membantu tubuh kembali terhidrasi.

Tapi bagaimana kalau air kelapa yang kita minum saat berbuka masih tersisa dan disimpan di kulkas? Besoknya masih aman diminum atau tidak? Hal ini perlu diketahui agar air kelapa tidak berubah menjadi penyakit yang dapat menyerang tubuh.

Baca Juga : Digerojok APBD 251 M, Dinas PU PR Pemkab Jember Fokus Perbaikan Infrastruktur

Air Kelapa Tidak Tahan Lama

Dilansir dari laman Halodoc, air kelapa segar yang langsung diambil dari buah termasuk minuman yang tidak tahan lama. Walaupun sudah dimasukkan ke kulkas, umumnya hanya bisa bertahan sekitar 2 sampai 3 hari. Itu pun jika disimpan dalam wadah tertutup rapat.

Namun untuk kualitas rasa terbaik, sebenarnya air kelapa lebih baik diminum dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kelapa dibuka. Semakin lama disimpan, rasanya bisa berubah karena proses oksidasi dan pertumbuhan bakteri alami.

Berbeda dengan air kelapa kemasan yang sudah melalui proses pemanasan atau pasteurisasi. Jenis ini biasanya lebih awet dan bisa bertahan beberapa hari hingga sekitar seminggu setelah dibuka, asalkan tetap disimpan di kulkas dan mengikuti petunjuk pada kemasan.

Alasan Air Kelapa Buah Cepat Basi

Air kelapa termasuk cairan alami yang mudah terkontaminasi. Begitu buahnya dibuka, bakteri dari udara atau dari wadah penyimpanan bisa mulai berkembang.

Beberapa hal yang membuat air kelapa cepat rusak antara lain:

• Wadah penyimpanan kurang bersih

• Tutup tidak rapat sehingga terkena udara luar

• Terlalu lama dibiarkan di suhu ruang sebelum masuk kulkas

• Sudah dicampur gula atau sirup

Semua itu bisa mempercepat perubahan rasa dan kualitasnya.

Ciri-Ciri Air Kelapa Sudah Tidak Layak Minum

Sebelum diminum, ada baiknya dicek dulu kondisinya. Jangan langsung percaya karena warnanya masih terlihat “normal”. Perhatikan tanda-tanda berikut:

• Baunya berubah jadi asam atau apek

Baca Juga : Dinsos Jatim Jalin Sinergitas dengan Disdukcapil dan Bank Jatim untuk Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

• Rasanya tidak lagi segar, tapi cenderung asam atau pahit

• Warna terlihat lebih keruh atau agak kekuningan

Kalau sudah muncul tanda seperti itu, sebaiknya jangan dipaksakan. Daripada berisiko sakit perut atau gangguan pencernaan, lebih baik dibuang saja.

Tips supaya Lebih Awet

Kalau memang ingin menyimpan air kelapa sisa berbuka, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:

- Segera masukkan ke kulkas setelah kelapa dibuka

- Simpan dalam botol atau wadah yang benar-benar tertutup rapat

- Hindari mencampur pemanis sebelum disimpan

Untuk penyimpanan lebih lama, bisa dibekukan, meski nanti rasa dan teksturnya mungkin sedikit berubah

Kesimpulannya, jika air kelapa sisa berbuka kemarin baru disimpan semalam dan kondisinya masih segar tidak bau, tidak berubah rasa biasanya masih aman diminum. Tapi kalau sudah lebih dari dua atau tiga hari, sebaiknya tidak ambil risiko.

Intinya sederhana, air kelapa memang menyegarkan, tapi juga cepat basi. Jadi jangan terlalu lama menyimpannya. Lebih baik habiskan saat masih segar agar manfaatnya tetap maksimal dan tubuh pun tetap aman.


Topik

Kesehatan Air kelapa info sehat minum air kelapa kesehatan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan