JATIMTIMES - Berbuka puasa rasanya kurang lengkap tanpa segelas air kelapa dingin. Rasanya segar, manis alami, dan bikin badan terasa kembali “hidup” setelah seharian menahan haus. Selain itu, air kelapa memang dikenal mengandung elektrolit seperti kalium dan magnesium yang membantu tubuh kembali terhidrasi.
Tapi bagaimana kalau air kelapa yang kita minum saat berbuka masih tersisa dan disimpan di kulkas? Besoknya masih aman diminum atau tidak? Hal ini perlu diketahui agar air kelapa tidak berubah menjadi penyakit yang dapat menyerang tubuh.
Baca Juga : Digerojok APBD 251 M, Dinas PU PR Pemkab Jember Fokus Perbaikan Infrastruktur
Air Kelapa Tidak Tahan Lama
Dilansir dari laman Halodoc, air kelapa segar yang langsung diambil dari buah termasuk minuman yang tidak tahan lama. Walaupun sudah dimasukkan ke kulkas, umumnya hanya bisa bertahan sekitar 2 sampai 3 hari. Itu pun jika disimpan dalam wadah tertutup rapat.
Namun untuk kualitas rasa terbaik, sebenarnya air kelapa lebih baik diminum dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kelapa dibuka. Semakin lama disimpan, rasanya bisa berubah karena proses oksidasi dan pertumbuhan bakteri alami.
Berbeda dengan air kelapa kemasan yang sudah melalui proses pemanasan atau pasteurisasi. Jenis ini biasanya lebih awet dan bisa bertahan beberapa hari hingga sekitar seminggu setelah dibuka, asalkan tetap disimpan di kulkas dan mengikuti petunjuk pada kemasan.
Alasan Air Kelapa Buah Cepat Basi
Air kelapa termasuk cairan alami yang mudah terkontaminasi. Begitu buahnya dibuka, bakteri dari udara atau dari wadah penyimpanan bisa mulai berkembang.
Beberapa hal yang membuat air kelapa cepat rusak antara lain:
• Wadah penyimpanan kurang bersih
• Tutup tidak rapat sehingga terkena udara luar
• Terlalu lama dibiarkan di suhu ruang sebelum masuk kulkas
• Sudah dicampur gula atau sirup
Semua itu bisa mempercepat perubahan rasa dan kualitasnya.
Ciri-Ciri Air Kelapa Sudah Tidak Layak Minum
Sebelum diminum, ada baiknya dicek dulu kondisinya. Jangan langsung percaya karena warnanya masih terlihat “normal”. Perhatikan tanda-tanda berikut:
• Baunya berubah jadi asam atau apek
Baca Juga : Dinsos Jatim Jalin Sinergitas dengan Disdukcapil dan Bank Jatim untuk Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
• Rasanya tidak lagi segar, tapi cenderung asam atau pahit
• Warna terlihat lebih keruh atau agak kekuningan
Kalau sudah muncul tanda seperti itu, sebaiknya jangan dipaksakan. Daripada berisiko sakit perut atau gangguan pencernaan, lebih baik dibuang saja.
Tips supaya Lebih Awet
Kalau memang ingin menyimpan air kelapa sisa berbuka, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:
- Segera masukkan ke kulkas setelah kelapa dibuka
- Simpan dalam botol atau wadah yang benar-benar tertutup rapat
- Hindari mencampur pemanis sebelum disimpan
Untuk penyimpanan lebih lama, bisa dibekukan, meski nanti rasa dan teksturnya mungkin sedikit berubah
Kesimpulannya, jika air kelapa sisa berbuka kemarin baru disimpan semalam dan kondisinya masih segar tidak bau, tidak berubah rasa biasanya masih aman diminum. Tapi kalau sudah lebih dari dua atau tiga hari, sebaiknya tidak ambil risiko.
Intinya sederhana, air kelapa memang menyegarkan, tapi juga cepat basi. Jadi jangan terlalu lama menyimpannya. Lebih baik habiskan saat masih segar agar manfaatnya tetap maksimal dan tubuh pun tetap aman.
