JATIMTIMES - Kisah pilu seorang pria asal Ponorogo mendadak viral di media sosial. Pria bernama Sukirno, yang akrab disapa Kirno, diketahui sudah dipasung dan dikurung dalam kerangkeng besi selama kurang lebih 20 tahun.
Kirno merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hampir separuh hidupnya ia jalani dalam kondisi memprihatinkan, terkurung dengan ruang gerak terbatas dan tanpa perawatan layak.
Baca Juga : Tayang di Vidio, Ini Fakta Menarik Drama Korea Dear X
Video yang memperlihatkan Kirno berada di dalam kerangkeng besi itu ramai diperbincangkan setelah dibagikan akun Instagram @purnomopolisibaik. Dalam rekaman tersebut, Kirno tampak tak terurus, dengan rambut gondrong dan tidur hanya beralaskan seadanya.
Kabar soal Kirno pertama kali mencuat setelah diunggah oleh Ipda Purnomo. Sosok polisi ini memang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kerap memberi perhatian kepada ODGJ.
Purnomo menyebut Kirno dipasung karena sering mengamuk. Bahkan, ada anggapan di lingkungan sekitar bahwa Kirno memiliki ilmu kesaktian sehingga dikhawatirkan membahayakan warga.
“Hampir 10 tahun saya ketemu dengan orang gangguan jiwa dengan berbagai kondisi, namun mohon maaf kalau ini yang terbilang sangat kurang manusiawi (alasan memiliki ilmu dan sangat membahayakan) sampai dikurung seperti bukan manusia," kata Purnomo dalam video tersebut.

Momen polisi menarik ODGJ yang dikerangkeng selama puluhan tahun. (Foto: Instagram)
Melihat kondisi Kirno yang begitu memprihatinkan, Purnomo bersama jajaran Polres Ponorogo akhirnya memutuskan melakukan evakuasi.
Evakuasi itu turut didampingi Kasat Binmas AKP Saiful, Kapolsek Sawoo AKP Tutut, serta pihak terkait lainnya.
Namun proses penyelamatan tidak berjalan mudah. Kirno sempat menolak saat hendak dibawa keluar dari kerangkeng.
Baca Juga : Malang Siap Sambut Harlah 1 Abad NU, 4.000 Petugas Gabungan Disiagakan
Petugas bahkan harus menggunakan gerinda untuk membuka besi kerangkeng tersebut. Proses pembukaan memakan waktu hampir satu jam.
Setelah kerangkeng berhasil dibuka, Kirno kemudian ditarik keluar. Petugas langsung memandikan Kirno sebelum ia mendapatkan penanganan medis dari pihak Puskesmas.
Kirno kemudian dibawa oleh Ipda Purnomo untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak.
Purnomo juga menegaskan komitmennya untuk membantu Kirno hingga kondisinya benar-benar stabil. “Karena keluarga dan masyarakat kuatir kedepannya pak Kirno bagaimana, sehingga saya sampaikan bahwa pak Kirno akan kami rawat seumur hidup jika diperlukan," kata Purnomo.
Suasana haru pun pecah saat Kirno akan dibawa pergi. Anggota keluarga satu per satu memeluk dan menciumi Kirno, seolah melepas beban panjang yang sudah bertahun-tahun mereka tanggung.
Purnomo juga kembali menegaskan bahwa Kirno akan dirawat sampai kondisinya membaik dan mendapatkan kehidupan yang lebih manusiawi.
