Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Kisah Masinis Pertama Kemudikan Kereta Api Eksekutif Gajayana

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

30 - Oct - 2024, 20:53

Placeholder
Masinis pertama KA Gajayana Catur Munanto, warga Kota Malang, di Stasiun Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kereta Api (KA) Gajayana sudah melaju di jalur Stasiun Malang dengan tujuan akhir Stasiun Gambir sejak 1999. Kini usianya sudah seperempat abad alias 25 tahun. Lalu siapa yang menjadi masinis pertama kereta api legendaris Gajayana?

Masinis pertama itu bernama Catur Munanto, warga Kota Malang. Catur pun berkesempatan membagikan kisahnya dengan bangga menjadi masinis pertama KA Gajayana kepada JatimTIMES saat ditemui di Stasiun Malang

Baca Juga : Pasca-Kebakaran, Pasar Comboran Mulai Diperbaiki Bulan Depan

 Catur menjadi masinis pertama KA Gajayana. Saat itu KA Gajayana menjadi kereta dengan perjalanan terjauh di Pulai Jawa. KA Gajayana yang dioperasikan adalah lokomotif CC203008, yang kini telah berganti menjadi lokomotif CC206.

Catur pun membeberkan perbedaan antara kedua lokomotif itu yang terletak pada teknologi. CC206 sudah dilengkapi monitor yang mempermudah masinis dalam memantau kondisi kereta.

Saat itu tarif KA Gajayana pada awal peluncurannya sekitar Rp 380 ribu untuk perjalanan Malang-Jakarta Gambir. Saat itu, jam keberangkatan Gajayana dari Kota Malang pukul 16.00 dan sampai di Jogjakarta pukul 23.20.

“Awalnya ditunjuk jadi masinis perdana tahun 1999. Pergantian masinis kalau dulu di Jogjakarta. berbeda dengan sekarang pergantiannya di Madiun,” ungkap Catur.

Pertama perjalanan mengantarkan pelanggan, Catur mengaku dengan kecepatan 53 kilometer per jam. Kurang lebih saat itu jalur Kota Malang menuju Kediri ditempuh selama 4-5 jam.

“Saat itu sampai di Stasiun Jogjakarta kurang lebih selama 8 jam. Di perjalanan dari Madiun ke Jogjakarta tidak mengenal medan,” imbuh pria 65 tahun tersebut.

Catur butuh waktu selama satu Minggu untuk mengenal jalur Malang-Jogjakarta. Terlebih saat itu belum ada sinyal-sinyal seperti saat ini.

“Awal-awal kedudukan sinyal masuk stasiun harus pelan-pelan. Lalu rambu-rambu peringatan belum seperti sekarang,” ucap Catur.

Baca Juga : Tingkatkan Cakupan Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Blitar Gelar FGD dengan Pemkab Blitar

Selama 30 tahun kariernya sebagai masinis, ia telah menyaksikan perkembangan teknologi dan layanan KAI yang semakin memprioritaskan kenyamanan pelanggan. Ia pun merasa bangga menjadi bagian kebahagian belasan juta pelanggan untuk bertemu sanak keluarga maupun mencari nafkah.

Untuk diketahui, KA Gajayana menempuh perjalanan sepanjang 907 kilometer. Berangkat dari Stasiun Kotabaru Malang pukul 14.55 WIB dan tiba di Stasiun Gambir Jakarta pukul 03.10 WIB.

Rute sebaliknya, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 18.50 WIB dan tiba di Stasiun Kotabaru Malang pukul 07.06 WIB.

Rangkaian KA Gajayana terdiri dari delapan kereta eksekutif dan satu kereta luxury dengan kapasitas 426 tempat duduk dan 26 di antaranya kelas luxury.

 


Topik

Serba Serbi KA Gajayana masinis pertama KA Gajayana kereta api Gajayana



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy