Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Kopi Lereng Bromo Kabupaten Malang Dipuji Tokoh Kopi Dunia

Penulis : Dede Nana - Editor : Yunan Helmy

25 - Jan - 2019, 21:09

Placeholder
Manuel Diaz, ahli kopi dunia asal Meksiko, memuji kopi lereng gunung Bromo, Taji, Jabung, Kabupaten Malang. (Ist)

Kopi yang tumbuh di bumi Arema telah memiliki jejak panjang di berbagai dunia. Baik cita rasa maupun produksinya yang menjadi bagian dalam pergerakan kopi di berbagai belahan dunia. 

Kopi Jawa atau Java Coffee adalah salah satu contoh dari jejak si biji hitam dari Kabupaten Malang. Walau dalam catatan sejarah, dunia kopi di kabupaten Malang, khususnya, pernah mengalami persoalan serius di sekitar tahun 1900-an. Baik karena serangan hama Bladziekte maupun adanya alih fungsi lahan dari perkebunan menjadi hunian sampai migrasinya petani kopi ke produk pertanian dan perkebunan lainnya.

Tapi, sebagian lain bertahan dan terus eksis. Menggenggam kejayaan masa lalu dan terus melakukan berbagai perubahan radikal dalam bercocok tanam kopi. Walau secara produksi masih belum bisa memenuhi pasar kopi. 

Tercatat,  tahun 2018 lalu, kebutuhan kopi dunia atas si biji hitam dari wilayah Dampit untuk satu eksporter saja membutuhkan setidaknya 70 ribu ton untuk dikirim ke Eropa dan Amerika. Sedangkan petani hanya mampu berproduksi sekitar 30 ribu ton saja per tahun. 

Hasilnya adalah kopi lereng gunung Bromo di Desa Taji, Kecamatan Jabung, mendapat apresiasi secara langsung dari tokoh kopi dunia asal Meksiko yaitu Hector Manuel Diaz.
Manuel yang secara langsung datang ke wisata kebun kopi lereng Bromo, dibuat takjub dengan hasil olahan petani kopi. Ibu jarinya pun beberapa kali diacungkan. Sebagai tanda bahwa kopi yang diminumnya memiliki cita rasa luar biasa. “Ehmm very good,” ucap Manuel yang menikmati secangkir kopi dari lereng gunung Bromo ini.

Apresiasi Manuel terhadal kopi yang tumbuh di Jabung didasarkan pada cita rasanya yang memang telah dikenal dunia. Bukan hanya kopi Taji saja. Dirinya juga menyampaikan kopi yang dihasilkan dari Malang yang  dikenal di eropa dengan nama Java Coffee. Atau kini dikenalkan dengan merek Amstirdam, memang masih menjadi primadona penikmat kopi.

Selain memberikan apresiasi atas cita rasa kopi lereng gunung Bromo, Manuel juga memberikan berbagai pengetahuan bercocok tanam kepada para petani. "Secara produktivitas, kopi di sini sudah bagus. Yang perlu ditingkatkan adalah kualitasnya. Dan saya percaya kualitas kopinya meningkat, jika ditanam dengan cara yang benar," ujar Manuel.

Pola tanam kopi yang benar, menurut Manuel, sambil mencontohnya, terkait penanaman kopi di polibag. Dirinya menyampaikan, kopi yang sudah berusia enam bulan sudah waktunya ditanam di tanah. Selain juga menyampaikan mengenai akar tunjang tidak boleh bengkok ataupun putus. 

"Karena akar yang putus mempengaruhi kesuburan tanaman dan hasil kopi," ucapnya.
Heri Purnomo, salah satu petani kopi taji menyampaikan kegembiraannya dengan  ilmu yang disampaikan oleh Manuel. "Ini luar biasa, kami mendapatkan ilmu baru menanam kopi." ujarnya yang menjelaskan juga mengenai tiga jenis kopi yang ditanam di lereng gunung Bromo, yaitu Robusta, Arabika dan Exelca.

Dirinya menyampaikan juga bahwa, selama ini petani masih menggunakan sistem pola tanam dan perawatan zaman dulu. Yakni dengan metode sambung. Dengan adanya kunjungan Manuel yang tercatat sebagai tokoh kopi dunia, petani kopi Taji semakin tercerahkan. Dalam pola tanam yang akan membuat produk kopi lereng gunung Bromo semakin produktif dan cita rasanya terjamin.


Topik

Ekonomi berita-malang Kopi-Lereng-Bromo Kabupaten-Malang Dipuji-Tokoh-Kopi-Dunia Java-Coffee



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Dede Nana

Editor

Yunan Helmy