Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Punden Rondo Kuning Kota Batu Diduga Tempat Pemujaan Masa Pra Majapahit

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

27 - Nov - 2018, 02:07

Placeholder
Tim BPCB temukan peninggalan sejarah yang diduga peninggalan pra kerajaan Majapahit saat melakukan penggalian di Punden Rondo Kuning Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)

Setelah dilakukan pemetaan, ritual, dan penggalian di area Punden Rondo Kuning (Nyi Sutinah), Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, pada Jumat (23/11/2018) menemukan hasilnya. Penemuan itu diduga sementara bekas tempat pemujaan pada masa Pra Majapahit antara Kerajaan Singosari dan Kerajaan Kediri.

Penemuan itu berhasil diselesaikan pada Sabtu (24/11/2018) lalu pukul.16.00 WIB. Kegiatan eskavansi penggalian benda purbakala itu dilakukan Dinas Pariwisata dan Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) bersama warga sekitar.

Dari hasil penggalian olah penelitian di temukan hasil yakni struktur pondasi bangunan dari batu bata berbentuk persegi dengan kedalam kurang lebih 1,5 meter. Lalu ada pecahan bongkahan batu bata kombinasi dengan batu yang berserakan atau rusak karena tertutup akar pohon beringin yang menjalar.

Ditemukan juga Pedistal yaitu batu yang memiliki lubang berbentuk kotak. “Kalau menurut tim arkeolog pedistal adalah batu pengunci kepala Arca,” kata Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Batu Winarto.

Kemudian ada juga ditemukan profil batu pinggiran yang berbentuk persegi leter L. Lainnya ada struktur lantai tanah berwarna putih kapur.

“Menurut tim arkeolog adalah bekas halaman dari pembuatannya menggunakan lemah lempung yang di padatkan untuk menghindari becek air.

Ada juga gerabah berbentuk seperti cawan yang masih terpendam tanah dan tergenang air. Menurutnya dari penelitian atau dugaan sementara penemuan benda purbakala merupakan bekas tempat pemujaan pada masa Pra Majapahit. “Kemungkinan diantara Kerajaan Singosari dan Kerajaan Kediri,” imbuhnya. 

Setelah ditemukan benda tersebut tim ekskavasi menyarankan agar bekas galian tanah tidak di kembalikan lagi atau tetap terbuka setelah musyawarah bersama masyarakat. “Namun Dinas Pariwisata Kota Batu telah berdiskusi dengan masyarakat dan sepakat hasil penggalian tidak ditutup kembali. Tujuannya agar masyarakat bisa melihat penemuan yang bernilai sejarah tinggi,” jelas warga Kota Malang. 

Setelah mendapatkan hasilnya selanjutnya akan melakukan koordinasi dan membicarakan dengan desa untuk menjaga keamanannya. “Yang jelas kami sudah punya data dan secepatnya akan di blow up dan dilempar ke umum tentang penemuan itu," tambahnya.

Setelah itu, juga akan ditindak lanjuti oleh tim sejarahwan. Karena menurutnya, penemuan tersebut ditemukan fakta baru dan manjadi candi tertua Songgokerto dilihat dari sisi sejarahnya.

Selain itu untuk sementara akan lanjut Win, di buat pagar pengaman dari bambu atau di buatkan cungkup penutup sementara dari atap seng. “Terkait pembangunan pagar dan cungkup penutup atap Dinas Pariwisata Kota Batu akan berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya Kota Batu untuk membangun pagar atau cungkup,” tutup Win.

Diketahui adanya temuan tersebut bermula Punden ini dilakukan ekskavasi setelah didapati laporan dari warga sekitar adanya struktur bangunan purbakala di Punden tersebut. Struktur itu diketahui dari batu bata kuno ini ditemukan di dalam tanah, saat warga membangun plengsengan tahun 2017 lalu.


Topik

Peristiwa berita-batu Punden-Rondo Tim-BPCB peninggalan-pra-kerajaan-Majapahit



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa