Upaya Pemerintah Kota Blitar menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pembangunan Pasar Pahing di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, belum berjalan mulus.
Puluhan kios, toko, dan los yang disiapkan untuk masyarakat tidak diminati. Indikasinya, hingga kini wadah berjualan itu sepi transaksi jual beli. Padahal, pasar tersebut sudah diresmikan sejak beberapa tahun yang lalu.
“Kami akui selama beberapa tahun ini pasar pahing minim sekali peminat sehingga terkesan mangkrak. Sehingga tahun ini akan dirombak agar tampak dari depan seperti pasar ikan di utara Stadion Soeprijadi,” kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Ariyanto, Selasa (14/3/2017).
Dijelaskannya, perombakan Pasar Pahing akan menggunakan anggaran Rp.300 Juta yang bersumber dari Pemerintah Pusat.
“Proses perombakan Pasar Pahing dimulai bulan April mendatang, karena saat ini dalam proses lelang tender,” tukasnya.
Sebelumnya Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo meminta kepada Pemkot Blitar untuk melakukan inovasi pasar tradisional yang sepi peminat.
“Inovasi ini agar keberadaan pasar tradisional tidak mati,” tandas politisi Partai Gerindra ini. (*)
