Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Komunitas

Berawal dari Grup FB, Kini Info Cegatan Tulungagung Jadi Gerakan Sosial di Dunia Nyata

Penulis : Sutrimo - Editor : Heryanto

22 - Feb - 2017, 17:29

Placeholder
Foto pendiri dan ketua pusat ICT (Info Cegatan Tulungagung), Rabu (22/2/2017) (Foto : Sutrimo/TulungagungTIMES)

Berawal dari iseng membuat group facebook, kini ICT (Info Cegatan Tulungagung) memiliki anggota 117.000 orang.

ICT berdiri awalnya bertujuan memberikan informasi cegatan yang ada di Tulungagung dan sekitarnya. Grup ini baru dibuat sekitar dua tahun lau, tepatnya 19 November 2015.

Sungguh prestasi yang fantastis. Sebuah grup yang berusia belum genap tiga tahun bisa memiliki anggota begitu banyak.

Anggota yang masuk dalam grup ICT tidak hanya terbatas masyarakat Tulungagung. “Orang-orang dari daerah lain yang bekerja atau sering melakukan perjalanan ke Tulungagung juga banyak yang tergabung dalam grup ini,” jelas Didit (37) pendiri dan ketua pusat ICT Tulungagung pada TulungagungTIMES, Selasa (21/2/2017).

Kegiatan ICT tidak hanya posting informasi-informasi cegatan, namun juga melakukan gerakan aksi nyata di masyarakat.

“Kegiatan ICT pertama kali dilakukan ketika ICT baru memilliki anggota sekitar 10.000 orang adalah melingkari aspal-aspal yang bolong, atau yang dikenal dengan ‘sapalong’ (salam aspal bolong),” tambah Didit.

Pemberian tanda lingkaran pada aspal bolong ini dengan menggunakan cat pilox warna putih.

Tujuannya adalah meminimalisir tergelincirnya pengguna jalan, terutama ketika malam hari.

Bila dilingkari dengan cat warna putih, setidaknya aspal yang bolong bisa terlihat ketika lampu sepeda motor  menyoroti jalan.

Selain itu, kegiata yang dilakukan ICT saat ini diantaranya membantu pemberian sembako kepada warga Tulungagung yang kekurangan, membantu masyarakat ketika terkena bencana alam, reboisasi, bersih pantai dan lain-lain.

Untuk mempermudah pengondisian ketika melakukan kegitan , masing-masing kecamatan dibentuk kepengurusan wilayah. Namun demikian, tidaklah mudah mengondisikan ribuan orang dari berbagai kalangan.

“Tantangan seorang koordinator sangatlah berat karena harus menyatukan semua lapisan masyarakat. Dari kalangan tua, muda, masyarakat umum maupun akademisi semua tergabung dalam ICT,” ungkap Najib (25) selaku wakil Ketua sektor Kalidawer.

Saat ini ICT terus mengembangkan media jejaringnya tidak hanya terbatas pada grup faceebook saja, tapi juga melaui via instagram, fan pag,  WA da lainnya.

“Harapan ke depan, ICT bisa lebih dikenal masyarakat luas dan menjadi lebih bagus. Belum lama ini ICT dan beberapa komunitas lain diajak kerjasama dengan POLRES Tulungagung untuk mengadakan acara yang melibatkan masyarakat luas,” jelas Maskan (26) selaku Humas pusat ICT Tulungagung.


Topik

Komunitas Tulungagung



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Sutrimo

Editor

Heryanto