JATIMTIMES, JEMBER – Jika anda pecinta makanan pedas, cobalah menu yang satu ini. Meski telah banyak warung makan yang menyediakan menu ayam bakar pedas di Jember selatan, namun warung kuliner yang satu ini benar-benar memanjakan lidah para pecinta masakan super pedas tersebut.
Adalah warung ayam pedas Bu Panto yang terletak di jalan Garuda, Dusun Karang anyar, Desa Karangrejo, Gumukmas, Jember. Campuran bumbu yang diracik dengan cabai rawit pilihan ternyata menjadi incaran pelahap kuliner, baik masyarakat biasa hingga pejabat kabupaten hingga pejabat luar daerah.
Warung yang dirintis sejak tahun 1960 itu memang menyajikan ayam bakar yang super pedas untuk menjadi menu andalannya. Tak hanya itu, daging ayam yang digunakan juga berasal dari ayam kampung, yang teksturnya dinilai lebih kesat dan rasanya lebih gurih.
“Menu ayam bakar pedas ini memang masih menjadi andalan warung kami. Selain warga pada umumnya, pelanggan yang berkunjung ke warung kami biasanya juga para pejabat yang melakukan kunjungan atau turun kedesa,” ujar Purwati, anak dari Bu Panto, sesaat setelah melayani para pelanggannya, Senin (21/9/2015).
Selain rasanya yang terkenal pedas dan gurih, harga perporsinya juga dianggap cukup murah, yaitu antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 Ribu. Bu Panto, juga menjual ayam bakar pedas utuh, yang dia bandrol Rp 60 ribu sampai Rp 70 Ribu perekor, tergantung ukuran ayamnya. “Salah satu Mentri Negara juga pernah datang dan sempat menikmati kuliner kami,” kata Purwati, yang menyebut Menteri Pendidikan Nasional di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Muhamad Nuh.
Dalam sehari, warung Bu Panto mampu menghabiskan ayam kampung antara 80 - 100 Ekor, dengan konsumsi beras hingga 50 Kg. “Dalam sehari sekitar 80 – 100 ekor ayam kampung, dan jika hari libur bisa lebih dari itu,” sambung Purwati, yang saat ini mengelola warung turun temurun tersebut.
Salah seorang pelanggan kuliner yang kerap mampir di warung Bu Panto, Sifaul menuturkan, menikmati sajian ayam bakar pedas di warung ini sangat berbeda dengan masakan sejenis di warung lainnya. Menurutnya, tekstur daging ayamnya lebih lembut serta rempah-rempahnya begitu terasa saat dikunyah di mulut. "Disini beda, tekstur ayamnya lembut dimulut, selain itu bumbu rempahnya itu lho yang bikin kagak nahan enaknya,” ucap Sifaul, sembari melahap ayam bakar pedas tersebut. (*)
