Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Mantan TKW Ini Sukses Berbisnis Manik-manik

Penulis : Mahrus Sholih - Editor : Redaksi

19 - Sep - 2015, 01:02

Placeholder
Para pekerja perempuan saat membuat kerajinan manik-manik. (Foto: Mahrus/ JemberTimes)

JATIMTIMES, JEMBER - Berkat kegigihan menjalankan usaha, Elisa (35th), seorang pengusaha suvenir asal Desa Sumberlesung Onjur, Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, mampu mempekerjakan 400 orang lebih. Para pekerja itu, tersebar di 4 kecamatan di Jember bagian utara dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah perbulan.

Elisa menekuni usaha ini sejak lima tahun terakhir, setelah dia menjadi tenaga kerja wanita (TKW) dari negeri jiran. Perempuan ini mencoba merangkai bulu manik menjadi bahan hias seperti gantungan kunci, gelang dan kalung. “Dengan modal terbatas, saya nekat merambah pasar hingga ke pulau Bali. Alhamdulillah berbekal kesabaran dan telaten pada ahirnya pembeli tembus hingga kemanca Negara,” katanya, kemarin.

Meski begitu, dirinya tidak muluk-muluk dalam menentukan target usahanya. Dia hanya ingin memberdayakan warga sekitar agar bisa bekerja sehari-hari serta dapat membantu ekonomi keluarga. "Saya bersyukur bisa membantu orang lain, khususnya ibu rumah tangga untuk penghasilan sampingan, lumayan bisa membantu ekonomi keluarganya, dari pada di rumah diam lebih baik berkarya dan menghasilkan," ucapnya.

Menurut Putri H. Parmo ini, bahan baku pembuatan manik-manik atau yang oleh warga setempat disebut disebut munte, didatangkan langsung dari negara Cina. Bahkan, dia harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar karyawannya yang berada di luar daerah hingga Rp 50 – Rp 70 juta per bulan. “Untuk yang di rumah, usaha ini dilanjutkan oleh anak Wiwit, putri saya. Sedangkan saya fokus mengembangkan usaha di Bali,” tuturnya.

Saat wartawan  mencoba melihat lebih, puluhan ibu rumah tangga tengah membuat kerajinan tangan tersebut. Dengan menggunakan alat sederhana seperti jarum dan benang, mereka terlihat telaten merakit munte menjadi hiasan yang cukup menarik. "Kami sudah bekerja di tempat ini selama 4 tahun, kami merasa senang bisa membantu ekonomi suami kami, ya hitung-hitung nambah penghasilan keluarga,” ungkap Sofi (40), sembari tersenyum.

Usaha yang dirintis mulai nol ini akhirnya membuahkan hasil. Elisa mengaku tempat usahanya pernah didatangi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya pernah diundang ke istana negara untuk memamerkan hasil karya yang kami hasilkan,” kata Elisa.

Meski demikian, Elisa tetap berprisip sederhana dalam mejalankan kehidupannya. Baginya tak ada yang lebih menggembirakan hati selain dapat berbagi kepada sesama. “Cita-cita saya hanya ingin memberdayakan masyarakat sekitar. Khususnya kaum ibu rumah tangga untuk bisa berinovasi dan berkreasi dan menghasilkan uang tanpa harus meninggalkan keluarga dirumah,” pungkasnya. (*)


Topik

Peristiwa Industri-Manik-Manik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Blitar Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mahrus Sholih

Editor

Redaksi

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa