Dari Bangku Kelas ke Kebiasaan Hidup Sehat, Ikhtiar MIN 1 Kota Malang Lewat Pelatihan Dokter Kecil
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Nurlayla Ratri
27 - Jan - 2026, 11:08
JATIMTIMES - Kesadaran hidup sehat tidak selalu lahir dari ruang klinik. Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang, nilai itu justru ditanamkan dari bangku kelas, lewat anak-anak yang disiapkan menjadi penjaga pertama kesehatan di lingkungannya sendiri. Melalui Unit Pelayanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), madrasah ini menggelar Pelatihan Dokter Kecil bekerja sama dengan Puskesmas Arjuna Kota Malang, belum lama ini.
Program ini tidak diarahkan sebagai kegiatan simbolik. Dari total 1.536 siswa MIN 1 Kota Malang, 28 siswa kelas IV yang terpilih mengikuti pelatihan dokter kecil atau Bakti Wiyata Husada (Tiwisada). Seleksi dilakukan untuk memastikan peserta bukan hanya mampu menyerap materi, tetapi juga memiliki kepedulian dan kedisiplinan yang bisa ditularkan kepada teman sebaya.

Koordinator Bidang Sarana dan Prasarana MIN 1 Kota Malang, Nurul Yaqin S.S. M.Pd., menyampaikan bahwa dokter kecil harus dipahami sebagai peran, bukan gelar. Anak-anak didorong untuk menjadikan kesehatan sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar materi pelajaran.
Baca Juga : Kota Malang Sabet Penghargaan UHC 2026, Cakupan JKN Tembus 105 Persen
“Menjadi dokter kecil itu dimulai dari diri sendiri. Anak-anak harus terbiasa hidup sehat, lalu menularkannya ke keluarga, teman, dan lingkungan madrasah. Di situlah nilai melayani dengan cinta dibentuk,” ujar Nurul Yaqin.
Pelatihan ini sekaligus menandai aktifnya kembali program dokter kecil di MIN 1 Kota Malang setelah sempat tidak berjalan. Puskesmas Arjuna Kota Malang menyambut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan kesehatan sejak usia dini. Wahyu, perwakilan puskesmas, menilai keterlibatan siswa sebagai kader akan membuat pesan kesehatan lebih mudah diterima.

“Anak-anak ini kami siapkan sebagai kader. Tapi yang utama bukan hafalan, melainkan kebiasaan. Sehat itu soal konsistensi, dimulai dari hal paling sederhana,” kata Wahyu.
Hari pertama pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman dasar. Peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal mereka tentang kesehatan, lalu menerima materi terkait peran UKS, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan indra, pencegahan penyakit, hingga pengenalan Tanaman Obat Keluarga sebagai bentuk kearifan pengelolaan kesehatan di lingkungan rumah.
Pada hari kedua, pendekatan berubah menjadi praktik langsung. Para siswa dilatih mencuci tangan dan menyikat gigi dengan teknik yang benar, melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta mengenal cara pengecekan tekanan darah secara sederhana. Praktik ini dirancang agar anak-anak tidak hanya memahami konsep, tetapi percaya diri menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Kelompok Paling Rentan Alami Depresi, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan Mental
Bagi MIN 1 Kota Malang, pelatihan dokter kecil ini diharapkan menumbuhkan budaya saling menjaga di lingkungan madrasah, di mana kesehatan menjadi tanggung jawab bersama, bukan semata urusan guru atau tenaga medis. Dari ruang kelas inilah, madrasah berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar akan pentingnya hidup sehat dan mampu melayani dengan empati.
