UIN Maliki Malang Dorong Hibah Riset Jatim Melaju 2026 yang Relevan dan Berdampak

Editor

A Yahya

27 - Jan - 2026, 08:29

Forum koordinasi hibah penelitian Jatim Melaju 2026 di UIN Maliki Malang (ist)

JATIMTIMES - Forum koordinasi hibah penelitian Jatim Melaju 2026 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang memilih jalan yang jarang diambil dunia akademik. Bukan lomba cepat, bukan adu proposal, melainkan menyamakan frekuensi riset agar berdampak. Di ruang itulah arah penelitian Jawa Timur dirapikan, Selasa, (27/1/2026).

Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si membuka langsung forum tersebut. Ia menegaskan sejak awal bahwa riset tidak boleh berhenti di meja seminar atau lembar laporan. Riset harus hidup, relevan, dan terasa manfaatnya. “Kampus boleh berbeda, tapi tujuan riset harus satu. Kita ingin kualitas penelitian naik, dan itu berkelindan langsung dengan mutu lulusan,” ujar Prof. Ilfi.

Baca Juga : Kasus Pencemaran Nama Baik Yai Mim-Sahara Berjalan, Penyidik Periksa Saksi Ahli

Diskusi berlangsung cair namun tajam. Ketua LP2M UIN Maliki Malang Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag memandu forum yang diikuti para Ketua LP2M PTN se Jawa Timur, termasuk Prof. Dr. Naim. Topik yang dibedah tidak ringan, mulai dari tema prioritas penelitian, teknis pelaksanaan di lapangan, hingga detail format pelaporan hibah.

Bagi Prof. Ilfi, sosialisasi panduan dan petunjuk teknis hibah bukan formalitas. Ia menyebutnya sebagai barometer kualitas riset, khususnya bagi perguruan tinggi keagamaan negeri yang mengelola dana hibah dari Kementerian Keuangan.

“Forum ini tidak dirancang untuk melahirkan persaingan. Yang kita bangun adalah ekosistem riset yang inklusif, kolaboratif, dan siap bersaing di level global,” katanya.

Ia juga mendorong agar panduan hibah penelitian segera disepakati bersama. Menurutnya, hibah tidak boleh dipahami sekadar kucuran dana, melainkan instrumen strategis untuk mendorong riset yang relevan secara nasional dan global. “Hibah harus menjadi energi kolektif. Bukan hanya membantu peneliti, tetapi memperkuat arah riset bersama,” ucap Prof. Ilfi.

Baca Juga : Longsor Galian Kembali Telan Korban, Wakil Ketua DPRD Jatim Minta Evaluasi Serius

Program Jatim Melaju 2026 sendiri dirancang sejalan dengan RPJMP Provinsi Jawa Timur 2025–2029 serta sembilan prioritas Nawa Cita. Sinkronisasi ini menjadi kunci agar riset kampus tidak berjalan sendiri, melainkan menyatu dengan agenda pembangunan daerah dan nasional.

“Dengan panduan yang jelas, penelitian tidak berhenti di laporan. Ia harus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan dan kualitas pendidikan tinggi,” pungkas Prof. Ilfi.