Rayakan ‘Dalan Anyar’, Masyarakat Betet Sepakat Hidupkan JLSR Jadi Pemacu Ekonomi Kreatif
Reporter
Eko Arif Setiono
Editor
Nurlayla Ratri
25 - Jan - 2026, 12:04
JATIMTIMES - Siapa sangka kebiasaan nongkrong sore di pinggir jalan bisa menjelma menjadi penggerak ekonomi baru. Jalan Lintas Sumber Rempi (JLSR), yang setiap sore ramai oleh warga yang sekadar ngopi dan bersantai, kini berkembang menjadi ruang tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Perbaikan dan peningkatan ruas jalan yang oleh warga disebut sebagai JLSR itu disambut antusias masyarakat dengan menggelar tasyakuran. Momentum syukuran tersebut tidak hanya menjadi simbol rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri atas pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya ruang ekonomi baru berbasis partisipasi warga.
Baca Juga : Bupati Lepas Ratusan Pelari Fun Run 5K, Rayakan 2 Tahun Semangat Unstoppable Playon Magetan
Camat Pesantren Kota Kediri, Judy Kuntjoro menjelaskan bahwa ramainya JLS Rempi bermula dari aktivitas spontan masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang publik.
“Setiap sore kawasan JLS Rempi memang selalu ramai, awalnya hanya untuk nongkrong dan ngopi, namun dari kebiasaan itu muncul potensi ekonomi yang kemudian berkembang,” kata dia.
Kegiatan tasyakuran sendiri lahir murni dari inisiatif masyarakat. Judy menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak didorong oleh kelurahan maupun kecamatan, melainkan merupakan keinginan warga yang secara gotong royong mengadakan tasyakuran sebagai bentuk terima kasih sekaligus upaya meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat.
“Murni inisiasi warga yang melihat potensi dan peluang yang ada. Kami di kecamatan dan kelurahan menyambut baik dan berusaha memfasilitasi,”jelas Judy lebih lanjut.
Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan sekitar 115 pelaku UMKM yang meramaikan kegiatan. Kehadiran ratusan pelaku usaha ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di kawasan tersebut. Judy menyebut bahwa pelaku UMKM yang hadir tidak hanya berasal dari Kelurahan Betet, tetapi juga dari wilayah sekitar Kecamatan Pesantren, sehingga dampak ekonomi yang muncul bersifat lintas wilayah.
Melihat potensi tersebut, pihak kecamatan berencana mengusulkan pemanfaatan JLS Rempi sebagai lokasi Car Free Day setiap hari Minggu.
Baca Juga : Target Pajak Hotel Kota Batu Dipangkas Rp 3,6 Miliar, Dampak Lesunya Okupansi dan Pergeseran Tren Wisatawan
“Rencana ini akan kami ajukan kepada Mbak Wali, Vinanda Prameswati, dengan konsep kegiatan Car Free Day setiap Minggu pagi, direncanakan mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, sebagai bentuk fasilitasi pemerintah terhadap aspirasi Masyarakat,”ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan agar kegiatan ini berjalan tertib dan berkelanjutan, pengelolaan akan dilakukan secara terstruktur melalui kelurahan dan panitia yang dibentuk. Aspek kebersihan menjadi perhatian utama mengingat lokasi berada di sekitar lahan persawahan. Judy menekankan pentingnya menjaga kebersihan agar kegiatan ekonomi tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan petani.
Ke depan, aktivitas di JLS Rempi tidak hanya akan diisi oleh UMKM. Masyarakat didorong untuk terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai agenda kreatif seperti pertunjukan musik, lomba mewarnai anak-anak, hingga kegiatan komunitas lainnya agar kawasan tersebut tetap hidup dan tidak monoton.
Inisiatif warga Betet ini menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat dan Pemerintah Kota Kediri. Infrastruktur yang dibangun pemerintah tidak hanya meningkatkan konektivitas wilayah, tetapi juga membuka ruang baru bagi tumbuhnya ekonomi lokal. Dari dalan anyar, lahir semangat baru masyarakat untuk menggerakkan ekonomi daerah dari ruang publik yang mereka hidupkan sendiri.
